Kebijakan KIP Mandek, Mahasiswa UPI Sumenep Turun Aksi: 175 Terancam Putus Kuliah

0
488
TEGANG: Suasana aksi demonstrasi menuntut kejelasan KIP-K oleh aliansi mahasiswa 25 UPI Sumenep di depan gerbang kampus, Selasa (27/01/26) (Ridho/Mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Universitas PGRI (UPI) Sumenep diunjuk rasa mahasiswanya sendiri pada Selasa (27/01/26). Aksi itu digelar oleh mahasiswa baru yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Angkatan 2025 UPI sebagai bentuk protes atas belum adanya kebijakan resmi terkait polemik beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Puluhan massa aksi yang turun ke gerbang kampus itu, menyuarakan keresahan mengenai ketidakjelasan mekanisme penentuan penerima maupun daftar mahasiswa yang tidak lolos beasiswa KIP.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga merasa kecewa terhadap pihak terkait yang dinilai lamban memberikan kepastian mengenai pencairan dan keberlanjutan KIP.

Hal itu disampaikan langsung oleh Koordinator Lapangan aksi, Arul. Menurutnya, program KIP sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menunjang biaya pendidikan dan kebutuhan akademik sehari-hari.

“KIP bukan sekadar bantuan, tapi hak mahasiswa yang dijanjikan negara. Sampai hari ini tidak ada kejelasan, sementara beban biaya terus berjalan,” ujarnya.

Baca juga: Tuntut Kebijakan KIP, Sejumlah Mahasiswa UPI Sumenep Bakal Demo Kampusnya Sendiri

Arul juga menegaskan aksi tersebut juga mendesak adanya solusi konkret terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mereka meminta agar UKT digratiskan atau setidaknya diberikan keringanan bagi mahasiswa yang terdampak ketidakjelasan KIP.

“Kampus seharusnya benar-benar memikirkan solusi bagi mahasiswa penerima KIP. Skema cicilan tidak sepenuhnya meringankan, karena banyak mahasiswa datang ke kampus hanya dengan modal uang bensin.” Tegasnya.

Sementara itu, Dewi, salah satu massa aksi mengatakan, ketika KIP belum memiliki kejelasan hingga saat ini dan UKT justru mengalami perubahan secara tiba-tiba, kondisi tersebut menimbulkan keresahan dan beban berat bagi mahasiswa, karena hak bantuan tidak pasti sementara kewajiban biaya terus berjalan.

“Kami berharap aksi demonstrasi yang kami lakukan tadi siang memperoleh hasil yang memuaskan, yaitu menggratiskan UKT untuk angkatan 25 yang tidak mendapatkan KIP,” ungkapnya.

Baca Juga: Kebijakan KIP Belum Jelas, Rektor UPI Sumenep Tawarkan Registrasi Fleksibel

Di samping itu, Arul juga menegaskan apabila tuntutan mengenai kejelasan KIP dan pembebasan UKT tidak segera ditindaklanjuti, mereka akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kami akan terus menyuarakan hal ini jika kampus belum bisa memberikan ketegasan,” pungkas Arul.

Aksi demonstrasi sempat memanas ketika massa aksi melakukan dorong-mendorong di pintu gerbang kampus sebagai bentuk kekecewaan atas tidak adanya respons konkret dari pihak terkait.

Sementara itu, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus.

Untuk diketahui, sebanyak 175 mahasiswa UPI Sumenep terdata terancam putus kuliah akibat tidak mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Data tersebut dihimpun oleh Mediaretorika.com melalui pendataan mandiri untuk meninjau keakuratan informasi yang beredar di kalangan mahasiswa.

Pendataan dilakukan dengan mengumpulkan laporan langsung dari mahasiswa angkatan 2025 yang mengaku mengalami kendala keberlanjutan studi karena tidak lolos KIP dan belum adanya kebijakan alternatif yang jelas dari pihak kampus.

Mediaretorika.com menegaskan bahwa pendataan ini bersifat sementara dan terbuka, serta dapat bertambah seiring masuknya laporan baru dari mahasiswa yang mengalami kondisi serupa.

Reporter: Rofi

Editor: Dita

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here