Momentum Ramadan Gathering, Cara HMP PPKn Perkuat Sinergi dan Produktivitas

0
129
MELINGKAR: Mahasiswa dan para dosen PPKn saat pelaksanaan kegiatan "Ramadan Gathering" di Aula lantai III UPI Sumenep, Jumat (06/03/36). (Sholeh/Mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar acara “Ramadan Gathering” bertempat di aula lantai III kampus setempat, Jumat (06/03/26).

Baca Juga: Rayakan Perjalanan 26 Tahun, LPM Retorika UPI Sumenep Gelar Jurnalis Iftar dan Temu Alumni

Diketahui, acara yang bertajuk “Meneguhkan Koneksi, Memperkuat Kontribusi” ini turut dihadiri oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) PPKn; Moh. Ikmal, para dosen PPKn, alumni, Ketua Umum HMP PPKn dan Ketua Umum Demisioner HMP PPKn, serta mahasiswa prodi PPKn lintas angkatan.

Ketua pelaksana, Fahrul Kurniawan menyampaikan tujuan kegiatan tersebut untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus evaluasi bagi pengurus untuk memperbaiki kinerja HMP agar lebih produktif.

“Tujuannya agar tali silaturahmi antara alumni, mahasiswa dan dosen tidak terputus, juga sebagai evaluasi bagi pengurus agar lebih produktif kedepannya,” sampainya.

Serupa, Kaprodi PPKn, Moh. Ikmal mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah momen untuk mempererat koneksi yang sempat memudar karena rutinitas. Menurutnya, melalui ruang obroan hangat ini dapat membangun kepercayaan lebuh mendalam.

“Dengan koneksi yang kuat, saya yakin kita akan mampu memperkuat kontribusi dengan semangat yang lebih baru dan solid,” katanya.

Salah satu alumni prodi PPKn angkatan 2019, Mukhlis menyampaikan kebanggaannya menjadi bagian dari keluarga besar prodi PPKn. Baginya, kualitas lulusan HMP PPKn tidak perlu diragukan.

“Jebolan dari HMP PPKn kualitasnya tidak usah diragukan, buktinya saya pernah mendapatkan juara 2 se-Provinsi,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Hanya Bagi Takjil, HMP PJKR UPI Sumenep Sambung Aksi Sosial Hingga Gelar Sahur on the Road

Berbeda, senyampang dengan hal tersebut, Mukhlis menyebutkan salah satu kiat memperoleh pengetahuan tidak hanya dari ruang-ruang kelas. Menurutnya, kampus hanya akan menyediakan sekitar 30% sedangkan sisanya perlu dicari melalui pengalaman dan pembelajaran di luar.

“Di kampus kita hanya mendapatkan 30 Persen, selebihnya harus mencari pengetahuan diluar kampus,” pungkasnya.

Reporter: Sholeh

Editor:  Syaif_@zza

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here