
MEDIARETORIKA.com—Dua dosen Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI (UPI) Sumenep berhasil meraih prestasi sebagai pengusul lolos penerima Hibah Penelitian BIMA 2026 Skema Penelitian Dosen Pemula.
Diketahui, dua dosen dimaksud adalah Mafruhah, M.Pd. dan Anis Tri Yuliana, M.Pd. yang keduanya merupakan dosen dari Prodi BK UPI Sumenep.
Baca Juga: Dua Mahasiswa PPL UPI Sumenep Direkrut Jadi Guru Usai Dinilai Kompeten di SMK Al Karimiyyah
Diketahui, dari sekitar 13.000 pengusul yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia, hanya 1.000 dosen yang berhasil lolos seleksi. Keberhasilan dua dosen Prodi BK ini pun menjadi bukti nyata daya saing akademik kampus di kancah nasional.
Anis Tri Yuliana, salah satu penerima hibah sekaligus Ketua Prodi (Kaprodi) BK UPI Sumenep, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Terlebih, keberhasilan ini bukan yang pertama kalinya. Pada tahun 2025 lalu, dirinya juga berhasil lolos dalam program yang sama.
“Alhamdulillah, tentu saya sangat senang dan bahagia. Dari sekitar 13.000 pengusul dari seluruh dosen di Indonesia, hanya 1000-an yang lolos. Alhamdulillah, saya kembali menjadi salah satu yang lolos di tahun 2026 ini, setelah di tahun 2025 lalu,” ungkapnya.
Sebagai Kaprodi BK, Anis menyebut dirinya selalu mendukung penuh seluruh aktivitas dosen dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baginya, meraih hibah penelitian menjadi implementasi bahwa Prodi BK UPI Sumenep mampu bersaing di tingkat nasional.
Penelitian yang diusung Anis kali ini masih berfokus pada tema sekolah inklusi, melanjutkan riset yang sudah dijalankan sejak tahun sebelumnya. Melalui penelitian itu, Anis berharap anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak yang setara dalam dunia pendidikan.
“Karena penelitian saya saat ini dan tahun kemarin fokus kepada sekolah inklusi, maka saya berharap anak-anak berkebutuhan khusus juga mendapatkan hak yang sama dalam dunia pendidikan tanpa terkecuali,” jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa PJKR Gelar Kuliah Tamu, Bahas Transformasi Pembelajaran PJOK Berbasis Asset-Based Thinking
Anis juga menitipkan harapan kepada seluruh civitas akademika, khususnya Prodi BK agar terus berkarya dan berdampak dalam Tri Dharma, baik di tingkat lokal maupun nasional, bahkan internasional.
Sementara itu, tanggapan positif turut datang dari kalangan mahasiswa. Vika, mahasiswi Prodi BK angkatan 2024, menyebut lolosnya dua dosen tersebut sebagai pencapaian yang sangat membanggakan bagi lingkungan akademik.
“Sebagai mahasiswa BK, saya merasa sangat bangga dan termotivasi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penelitian yang diakui secara kompetitif. Selain itu, keberhasilan ini juga menjadi bukti dedikasi, kerja keras, serta komitmen dosen dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian,” ujarnya.
Vika juga berharap hasil penelitian tersebut dapat melahirkan inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, sekaligus membantu para mahasiswa sebagai calon konselor dalam meningkatkan kompetensi profesional ke depannya.
“Semoga menjadi inovasi baru untuk paara calon konselor dalam meningkatkan kompetensi profesional ke depannya,” pungkasnya.
Reporter: Syaif
Editor: Redaksi











