Saresehan Sastra HMP PBSI Usung Reposisi Sastra Indonesia di Era Smart Society

0
524
LANCAR: Suasana sarasehan sastra HMP PBSI STKIP PGRI Sumenep di auditorium lantai III, Rabu (25/10). (Panitia untuk mediaretorika.com)

MEDIARETORIKA.com –Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Sumenep menggelar kegiatan Saresehan Sastra. Bertempat di Auditorium Lantai 3 Kampus Setempat, Rabu (25/10/2023).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bahasa Nasional (BBN) 2023 yang diselenggarakan oleh HMP PBSI. Sedangkan Tema yang diangkat dalam Saresehan Sastra kali ini adalah “Reposisi Sastra Indonesia di Era Smart Society”.

Menurut Ketua Pelaksana BBN 2023, Zainurrahman, tujuan dari pengambilan tema tersebut adalah agar mahasiswa dapat mengetahui dan memahami kondisi sastra di Indonesia saat ini. Sebab, sastra Indonesia sedang menghadapi tantangan dari perkembangan teknologi.

“Kami ingin mahasiswa memiliki wawasan baru dan peka terhadap sastra Indonesia yang hampir digantikan oleh kecanggihan teknologi,” ujar Zainur.

Pada acara ini, panitia BBN menghadirkan empat penyair nasional sebagai narasumber, yaitu Alex Subairi, Tjajono Widarmanto, HU Mardilihung, dan Didik Wahyudi. Mereka berbagi pengalaman dan pemikiran tentang sastra Indonesia di era smart society. Peserta yang hadir berasal dari berbagai program studi di STKIP PGRI Sumenep.

Ketua Umum HMP PBSI, Andriyanto, menegaskan bahwa peran sastra sangat penting untuk diperhatikan kembali oleh mahasiswa, khususnya prodi PBSI. Ia mengatakan bahwa sastra sudah mulai tersisihkan oleh berbagai macam budaya etis dan arus globalisasi.

“Sebagai mahasiswa prodi PBSI, jangan sampai kita tenggelam bersama sastra. Kita harus mampu mempertahankan dan mengembangkan posisi sastra di Indonesia, khususnya di era smart society saat ini,” tegas Andriyanto.

Salah satu peserta Saresehan Sastra, Layyinah, mengapresiasi acara ini sebagai acara yang bagus dan bermanfaat. Namun, ia juga mengeluhkan adanya keterlambatan waktu dalam acara ini.

“Acara ini seharusnya dimulai tepat waktu. Sayangnya, banyak peserta yang datang terlambat. Bahkan ketika narasumber sudah sampai, peserta masih sedikit yang hadir,” ungkap Layyinah.

 

Reporter: Zainuddin

Editor: Hasan

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here