MEDIARETORIKA.com-Menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai saat ini tidak kunjung usai, pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil, tahun ajaran 2020-2021, STKIP PGRI Sumenep, dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan).
Sesuai Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Wakil Ketua (Waka) II Bidang Administrasi Umum dan Waka III Bidang Kemahasiswaan, pada 4 Januari kemarin menyatakan bahwa kampus STKIP PGRI Sumenep, dengan resmi dilockdown.
Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan UAS yang berlangsung sejak Senin (11/01) kemarin terpaksa juga harus dilaksanakan secara Daring.
Menyikapi hal itu, tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh terutama bagi mahasiswa kepulauan. Rosalinda salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) PJKR, semester 1, yang berasal dari pulau Gili Genting menyatakan bahwa dirinya mengalami kendala jaringan internet.
“Bukan hanya berperang dengan pikiran, saya juga berperang dengan jaringan,” ucapnya saat diwawancara melalui pesan WhatsApp (13/01).
Seikat dengan itu, mahasiswa kangean bernama Firdatul Aini, Prodi PGSD, kelas A, semester I, mengatakan bahwa dirinya tetap berusaha untuk mengikuti UAS meski jaringan tidak bersahabat.
“Saya tetap berusaha untuk mengikuti UAS meski terkendala jaringan,” ungkapnya.
Suluh Mardika Alam M.Hum, salah satu dosen sekaligus Ketua Prodi PPKn, STKIP PGRI Sumenep, mengatakan bahwa kendala jaringan di kepulauan bukan hanya pada mahasiswa, akan tetapi juga dosen di kepulauan tersebut.
“Tidak hanya terjadi pada mahasiswa, dosen pun mengalami kendala jaringan di sana. Hal itu dapat disiasati dengan mencari sport yang sinyalnya normal,” jelasnya (12/01).
Selain itu dirinya juga menambahkan terkait penyetoran tugas UAS, untuk mahasiswa kepulauan memiliki toleransi dari dosen bagi yang terkendala jaringannya.
“Toleransi masih berjalan bagi mahasiswa kepulauan yang terkendala jaringannya,” imbuhnya.
Reporter : Gusti/Nayla












