MEDIARETORIKA.com-Pernyataan Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni, beberapa pekan lalu (17/12/2021), terkait pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus STKIP PGRI Sumenep masih belum terealisasi.
Setelah dikonfirmasi oleh Mediaretorika.com, pihaknya menuturkan satu atau dua hari lagi tim satgas akan terbentuk. Dirinya juga menambahkan bahwa, rapat pimpinan yang digelarnya sudah proses perampungan draf regulasi tim satgas.
“Mudah-mudahan satu dua hari lagi, dari tadi kebutuhan kita rapat pimpinan mempersiapkan draf itu,” ungkapnya saat ditemui di ruang rapat pimpinan (03/01/2022).
Selaras dengan hal itu, Moh. Fauzi selaku Wakil Ketua (Waka) lll Bidang Kemahasiswaan, mengecam bahwa pelecehan seksual terhadap mahasiswa merupakan perbuatan yang amoral dan merusak.
“Ini kan juga menjadi pikiran kita, karena itu kan merusak, tindakan yang amoral,” kecamnya.
Dirinya meminta kepada mahasiswa untuk melaporkan kepada pimpinan jika ada indikasi pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Pihaknya menyatakan, pimpinan juga memiliki hak memanggil pelaku untuk dibina dan disanksi, meskipun tim satgas belum terbentuk.
“Pokoknya mahasiswa kalau ada seperti itu tidak usah takut, jaminannya pimpinan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswi semester V (Lima), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD), meminta pihak kampus agar tidak hanya sekadar janji dalam membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.
“Jangan hanya menyebar janji tapi buktikan dengan tindakan. Kami mahasiswa tidak akan bungkam persoalan pelecehan seksual sampai pihak kampus bisa bertindak tegas,” ungkap mahasiswi yang tidak berkenan disebutkan identitasnya itu (03/01/2022).
“Tempat buat kami belajar, menimba ilmu, menambah wawasan, justru sekarang berubah menjadi momok yang sangat menakutkan, bahkan mengancam bagi kami selaku mahasiswa,” pungkasnya.
Reporter: Bhr/Fr












