MEDIARETORIKA.com – Desa Sumedangan, yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani padi, mendapatkan manfaat dari briket arang sekam yang disosialisasikan oleh Pengabdian Masyarakat Posko 12 STKIP PGRI Sumenep. Briket arang sekam adalah bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan hemat biaya, yang dapat dibuat dari limbah pertanian.
Sosialisasi ini dilaksanakan pada Minggu siang (20/08/2023) di Balai Desa Sumedangan, dengan mengundang perangkat desa sebagai peserta.
Menurut Darwis Muhammad, Koordinator Desa (Kordes) Pengabdian Masyarakat Posko 12, tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat desa tentang pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku briket arang.
“Mengingat sektor pertanian di desa Sumedangan ini salah satu yang terbesar khususnya padi, sekitar 20 persen hasil padi menjadi sekam, dan sekam ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, oleh karena itu kami menginisiasi untuk menjadikannya arang sekam, agar lebih menambah nilai ekonomisnya,” ujar Darwis.
Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan briket arang sekam cukup sederhana dan murah. Sekam padi yang sudah dikeringkan dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari, kemudian dibakar dalam tungku tanpa oksigen hingga menjadi arang. Arang sekam tersebut kemudian dicampur dengan tepung kanji atau tepung sagu sebagai perekat, dan dicetak dalam cetakan sesuai ukuran yang diinginkan.
“Briket arang sekam ini dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak, menggantikan kayu bakar atau gas elpiji yang semakin mahal dan langka. Selain itu, briket arang sekam juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global,” tambah Darwis.

Sementara itu, Muhammad Fauzi Riski, Sekretaris Desa Sumedangan yang mewakili perangkat desa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pengabdian Masyarakat STKIP PGRI Sumenep yang telah mengadakan sosialisasi briket arang sekam di balai desa. Ia mengatakan bahwa sosialisasi ini memberi manfaat bagi masyarakat desa yang biasanya hanya memanfaatkan sekam sebagai pupuk.
“Saya, sebagai perwakilan pemerintah desa Sumedangan, merasa terbantu oleh sosialisasi briket arang sekam yang diadakan oleh Pengabdian Masyarakat Posko 12 STKIP PGRI Sumenep di balai desa. Sosialisasi ini memberi manfaat bagi masyarakat desa yang biasanya hanya memanfaatkan sekam sebagai pupuk,” katanya.
Ia juga berharap agar sosialisasi ini dapat membuat masyarakat Sumedangan tahu cara memanfaatkan sekam sebagai arang, bukan hanya pupuk. Ia mengatakan bahwa briket arang sekam dapat digunakan sebagai bahan bakar yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Semoga sosialisasi itu membuat masyarakat Sumedangan tahu cara memanfaatkan sekam sebagai arang, bukan hanya pupuk,” lanjutnya.
Reporter: Drw
Editor: Hasan












