Lokasi PPL Dinilai Amburadul, Mahasiswa Tuding Pihak Panitia Tidak Konsisten

0
440
KOKOH: Gedung sebelah Timur dalam suasana malam kampus UPI Sumenep (Habib/Mediaretorika.com)

MEDIARETORIKA.com–Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep yang dijadwalkan pada Rabu (07/01/26) ini menuai berbagai tanggapan dari kalangan mahasiswa.

Berdasarkan keterangan sejumlah mahasiswa peserta PPL, pihak panitia dinilai tidak konsisten lantaran mengubah data penempatan kelompok hingga tiga kali sebelum penerjunan dilakukan.

“Saat baca di surat edaran katanya penentuan kelompok dan sekolah itu pas pembekalan, tapi kenyataannya diubah-ubah sampai tiga kali,” beber Eric Virgantoro, salah satu peserta PPL.

Baca Juga: PPL FKIP UPI Sumenep 2026 Digelar Januari–Maret, Panitia Janjikan Output Nyata

Pria yang akrab disapa Eric itu juga mengatakan sangat menyayangkan kebijakan lokasi yang dinilai amburadul tersebut.

“Padahal saya sudah senang karena saat pembekalan diinformasikan bertugas di wilayah kota, tapi tiba-tiba dipindah ke Desa Lobuk,” keluhnya. Selasa (06/01).

Hal serupa turut disampaikan oleh Rizky Ameliya, salah satu peserta PPL. Dia menilai ada kerancuan administratif terkait status surat edaran yang dikeluarkan pihak kampus. Berdasarkan konfirmasinya kepada Ketua Panitia, muncul klaim bahwa edaran awal bersifat tidak resmi meski bersumber dari kampus.

“Saya sudah tanya ke Pak Salamet (Ketua Panitia PPL). Beliau bilang pemetaan pertama dan kedua itu memang dari kampus, tapi statusnya tidak resmi,” ungkapnya.

Di samping itu, peserta PPL lainnya, Mulki Firdaus mengatakan, banyak mahasiswa yang melayangkan protes akibat lokasi PPL yang dianggap tidak rasional dan jauh dari domisili.

Dia mencontohkan kasus mahasiswa asal kepulauan yang menetap di wilayah kota agar dekat dengan kampus, namun justru ditempatkan di Kecamatan Dungkek.

“Banyak yang tidak sesuai keadaan mahasiswa. Setelah banyak protes di pemetaan pertama dan kedua, akhirnya H-2 pelaksanaan keluar edaran final. Di situ masih banyak yang mengeluh, tapi sudah tidak bisa apa-apa karena keputusan dianggap final,” paparnya.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Panitia PPL, Salamet, berdalih bahwa perubahan data dilakukan demi mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik mitra pendidikan.

Salamet menjelaskan bahwa proses pemetaan berdasarkan berbagai pertimbangan, mulai dari kesesuaian program studi, jumlah peserta didik, hingga ketersediaan guru pamong di sekolah tujuan.

“Proses pemetaan mempertimbangkan kesesuaian prodi, jumlah peserta didik, ketersediaan guru, serta kapasitas dan kondisi mitra,” dalihnya.

Baca Juga: Kuota KIP Terbatas, Tiga Prodi FKIP UPI Sumenep Hanya Catat 11 Penerima

Menanggapi keresahan peserta PPL terkait pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan Ramadan, Salamet menjelaskan, penentuan lokasi penugasan mahasiswa tidak didasarkan pada jarak tempat bertugas.

“Ketentuan penempatan PPL itu dasarnya adalah pertimbangan akademik, seperti kesesuaian program studi, kebutuhan sekolah mitra, serta ketersediaan guru pamong, bukan jauh atau dekatnya lokasi dari domisili mahasiswa,” ujar Salamet.

Reporter:  Arul

Editor: Dita

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here