Akademisi UPI Sumenep Hadiri Launching Program Unggulan IPARI, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

0
159
PD IPARI Sumenep bersama Kemenag, lintas sektor, dan akademisi UPI Sumenep usai Launching Program Unggulan di Graha Wiyata MAN Sumenep, Rabu (11/2/26).

MEDIARETORIKA.com–Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sumenep resmi melaunching program unggulan dalam kegiatan bertajuk “Launching Program Unggulan dan Dialog Kerjasama” yang digelar di Gedung Graha Wiyata MAN Sumenep, Rabu (11/2/26).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep beserta jajaran, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Dinas Kesehatan, Pengadilan Agama, Dinas Sosial P3A, Dinas Kominfo, LPP RRI Sumenep, organisasi masyarakat, para penyuluh agama se-Kabupaten Sumenep, hingga kalangan akademisi.

Dari unsur perguruan tinggi, turut hadir dosen Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Rusmiyati, dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK). Kehadiran akademisi dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat basis keilmuan dan pendekatan profesional dalam pelaksanaan program-program IPARI ke depan.

Ketua PD IPARI Kabupaten Sumenep dalam sambutannya menegaskan bahwa launching ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya ikhtiar kolektif menghadirkan penyuluh agama yang lebih responsif, humanis, dan kolaboratif.

“Tantangan masyarakat saat ini semakin kompleks, mulai dari isu kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga dakwah di era digital. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi,” ujarnya.

Tiga bidang program unggulan yang dilaunching meliputi:

Pertama, Bidang Be-Smart (Jadilah Sehat Mental Atine Ridha dan Tentrem) yang berfokus pada kesehatan mental masyarakat berbasis nilai spiritual keagamaan. Program ini mencakup layanan bimbingan rohani pasien (BIMROH), sosialisasi kesehatan mental, bina mental calon pengantin dan pasangan suami istri (BINTIN), serta bina mental masyarakat (BINMAS). Program ini juga membuka kolaborasi dengan Puskesmas, rumah sakit, dan instansi terkait.

Kedua, Bidang Asmara Baiti Jannati (ASBAJAN) yang berorientasi pada penguatan ketahanan keluarga. Layanan yang dihadirkan antara lain LATANSA (Layanan Ta’aruf Nikah Sesuai Syariat), BINRUS (Pembinaan Remaja Usia Sekolah), PENTIN (Pembinaan Calon Pengantin), BISTRI (Bina Pasutri), KOLEGA (Konseling Keluarga), MEGA (Mediasi Keluarga), hingga PELINDUNG (Program Anti KDRT dan Perundungan).

Ketiga, Bidang Suluh Sahabat, yang mengusung dakwah digital melalui Podcast “Ngopi Religi” dengan tagline “Ngobrol Penuh Inspirasi, Kaya Arti.” Kanal ini menjadi media edukasi dan dialog santai berbasis kearifan lokal Madura.

Kepala Kemenag Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, M.Pd., dalam arahannya mengibaratkan launching program sebagaimana prinsip iman.

“Ibarat iman, semua harus dimulai dari niat dalam hati, diucapkan dengan lisan, lalu dibuktikan dengan tindakan. Begitu pula launching. Harus diawali dengan ketulusan niat, diumumkan kepada publik, dan yang paling penting adalah komitmen untuk melaksanakannya,” tegasnya.

Dia juga meminta dukungan penuh dari seluruh pihak agar program unggulan IPARI benar-benar berjalan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Reporter: Agung

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here