Habibullah Resmi Jabat Plt. Ketua Umum HMP BK UPI Sumenep, Kaderisasi Jadi Prioritas

0
39
DUDUK: Pose Mahasiswa BK mengikuti kegiatan Adventure Based Conseling(ABC)di Graha Kampus setempat (Dokumentasi/Basit) pukul 11.55 Minggu (28/Desember 2025)

MEDIARETORIKA.com– Habibullah resmi terpilih sebagai Plt. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI (UPI) Sumenep, berlangsung di area kampus setempat, Kamis (15/10/26).

Penetapan Habib berawal dari rapat evaluasi kepengurusan dan pemilihan ketua yang dilaksanakan pada Jumat (09/10/26). Rapat tersebut melibatkan pengurus dan anggota dari angkatan 2022–2025 untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, sekaligus menentukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

Habibullah menjelaskan, dirinya mencalonkan diri sebagai Plt. Ketua Umum dan mendapatkan kesepakatan dari rekan-rekan pengurus. Namun, proses serah terima jabatan (sertijab) belum dapat diselesaikan pada hari itu karena Ketua Umum HMP BK, Miftahul Khoir, berhalangan hadir.

“Untuk sertijab, kami harus menunggu tanda tangan Ketua Umum. Setelah menunggu sekitar satu minggu, akhirnya Ketua Umum menandatangani dan menyerahkan tanggung jawab kepada saya sebagai Plt. Ketua Umum,” ungkapnya.

Dalam menjalankan amanah tersebut, Habib mengusung visi mewujudkan HMP BK yang aktif, produktif, dan berintegritas dalam meningkatkan kualitas SDM.

Untuk mewujudkan visi itu, ia menetapkan tiga fokus utama, yakni meningkatkan kualitas intelektual dan keterampilan mahasiswa melalui kajian, diskusi, dan pelatihan; menumbuhkan budaya organisasi yang aktif, solid, dan bertanggung jawab; serta menjadikan HMP BK sebagai wadah aspirasi mahasiswa yang terbuka, kritis, dan solutif.

Menurut Habib, poin ketiga memiliki arti penting karena HMP BK merupakan rumah pertama bagi mahasiswa ketika memasuki dunia perkuliahan. Karena itu, organisasi harus menjadi ruang yang nyaman bagi mahasiswa untuk belajar, mengembangkan potensi, sekaligus menyampaikan aspirasi.

“Yang terpenting, HMP BK harus menjadi wadah aspirasi mahasiswa yang terbuka, kritis, dan solutif. Sebab, HMP ini merupakan rumah pertama bagi mahasiswa ketika memasuki dunia perkuliahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan organisasi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh mahasiswa BK, khususnya angkatan 2024, 2025, dan 2026. Kekompakan anggota dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan program dan menjaga keberlangsungan organisasi.

“Kesuksesan organisasi salah satunya ditentukan oleh kekompakan anggotanya. Karena itu, saya berharap teman-teman dari seluruh angkatan bisa berpartisipasi aktif dalam membangun HMP BK,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Habib memprioritaskan kaderisasi melalui kegiatan kajian yang dilanjutkan dengan program Counselor Go to School. Kedua program tersebut dinilai fundamental untuk memperkuat kapasitas keilmuan mahasiswa sekaligus menerapkan pengetahuan Bimbingan dan Konseling di lingkungan sekolah.

“Fokus kami adalah kaderisasi melalui kajian, kemudian dilanjutkan dengan Counselor Go to School. Menurut saya, kedua program ini sangat fundamental bagi pengembangan mahasiswa BK,” ucapnya.

Sementara itu, Miftahul Khoir menilai pergantian kepemimpinan organisasi mahasiswa tidak semestinya hanya dipandang sebagai rutinitas pergantian ketua setiap periode. Menurutnya, ada sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar proses regenerasi berjalan tertib dan organisasi tetap berkelanjutan.

“Dalam situasi seperti ini, bukan hanya pergantian kepemimpinan yang harus dilakukan setiap periode. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti aturan organisasi, kesiapan penerus, dan keberlanjutan organisasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perubahan status kampus perlu menjadi bahan pertimbangan dalam meninjau aturan masa jabatan dan menyesuaikan mekanisme organisasi. Selain itu, kesiapan mahasiswa tingkat berikutnya untuk melanjutkan kepengurusan juga perlu diperhatikan.

Miftah sapaan akrabnya, mengatakan pergantian kepemimpinan seharusnya tidak sekadar dilakukan karena masa jabatan telah berjalan lama. Proses tersebut harus mempertimbangkan kesiapan kader dan memastikan roda organisasi tetap berjalan dengan baik.

“Keputusan yang diambil bukan hanya tentang siapa yang menjabat, melainkan juga tentang bagaimana HMP tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dengan penetapan Habib sebagai Ketua PLT, HMP BK UPI Sumenep diharapkan mampu memperkuat kaderisasi, menjaga kekompakan lintas angkatan, dan menjadikan organisasi sebagai ruang pengembangan intelektual sekaligus penyaluran aspirasi mahasiswa.

Reporter: Lusi

Editor: Arul

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here