HMP Matriks UPI Sumenep Perkuat Kaderisasi melalui Sekolah Organisasi

0
11
BERDIRI: Foto Punggawa ormawa disamping di tengah Kaprodi dan pembina Matrix serta peserta So angkatan 2026 (Media retorika/Rahman) di aula lantai 3 Jumat (06/11/2026).

MEDIARETORIKA.com- Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Matematika (PMTK) Universitas PGRI (UPI) Sumenep melaksanakan Sekolah Organisasi bagi mahasiswa PMTK angkatan 26 bertempat di aula lantai lll, jumat (06/11/26).

Sekadar informasi acara tersebut dihadiri oleh Rektor, Dekan FKIP, Ketua Prodi, Pembina HMP Matriks, Perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta mahasiswa semester 1 Prodi PMTK.

Sekolah Organisasi ini mengusung tema “Rekonstruksi Loyalitas, Akselerasi Intelektualitas: Membentuk Kader Matriks yang progresif, Sistematis, dan Adaptif di Era Society 5.0.” Kegiatan ini wadah bagi anggota untuk memahami organisasi, kepemimpinan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap HMP Matriks. Selain itu kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kaderisasi yang berkelanjutan di era Society 5.0.

Ketua pelaksana, Aisya Ulfa Nurin Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan juga sebagai wadah dalam membentuk karakter dan mengembangkan diri.

“Kegiatan ini bukan sekedar formalitas organisasi, melainkan ruang pembelajaran, pembentukan karakter, serta penanaman nilai-nilai dasar dalam berorganisasi,” ujarnya.

Ulfa sapaan akbrabnya, mengatakan, organisasi tidak hanya berkaitan dengan jabatan dan struktur, tetapi menuntut setiap anggota untuk berproses, bertanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata.

“Loyalitas tanpa intelektualitas dapat membuat organisasi berjalan tanpa arah, sementara intelektualitas tanpa loyalitas akan kehilangan orientasi pengabdian,” lanjutnya.

Ketua Umum HMP Matriks Moh. Zainur Rahman, menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan organisasi bukan pada besar dan lamanya ia berdiri.

“Keberhasilan organisasi diukur dari seberapa mampu ia melahirkan generasi yang lebih berkualitas, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Zainur menjelaskan, rekonstruksi loyalitas berarti menumbuhkan rasa tanggung jawab kader terhadap organisasi. Sementara itu, akselerasi intelektualitas menekankan peningkatan kapasitas kader dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kalau kita tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, kita akan ketinggalan,” ungkapnya.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Matematika, Kurratul Aini, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Sekolah Organisasi dapat membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Aini menilai kegiatan tersebut penting untuk mengembangkan keterampilan nonteknis mahasiswa, seperti komunikasi, manajemen organisasi, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.

“Seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kesungguhan, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan organisasi sehari-hari,” pungkasnya.

Reporter: Bela

Editor: Redaksi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here