
MEDIARETORIKA.com–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar kuliah tamu di Graha Kemahasiswaan kampus setempat, Rabu (15/07/26).
Kegiatan bertajuk “Peran Pendidik dan Generasi Muda dalam Membangun Ekosistem Pendidikan yang Damai dan Inklusif” tersebut menghadirkan langsung direktur AMAN Indonesia, Dwi Rubianti Kholifah; dekan FKIP, seluruh Ketua Prodi FKIP, dosen serta mahasiswa.
Baca Juga: OPEC 2026 HMP PGSD UPI Sumenep Bidik Pelajar SD Se-Jawa Timur, Pendaftaran Sudah Dibuka
Pemateri, Direktur AMAN Indonesia, Dwi Rubianti Kholifah mendorong peranan guru untuk menciptakan rasa terbuka dan inklusif agar mampu memotivasi peserta didik mengembangkan potensinya.
“Guru yang terbuka dan inklusif akan mendorong peserta didik mengembangkan potensinya,” ucapnya.
Dwi menambahkan, menjadi guru bukanlah pilihan yang mudah. Seorang guru tidak hanya berperan sebagai teladan. Menurutnya, guru harus mendukung dan mendampingi peserta didik.
“Guru tidak hanya menjadi teladan, tetapi juga harus mendukung dan mendampingi peserta didik,” imbuhnya.
Dekan FKIP UPI Sumenep, Khoirul Asiah, berharap kuliah tamu tersebut menjadi pijakan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang damai dan inklusif.
“Kuliah tamu ini diharapkan menjadi pijakan untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang damai dan inklusif,” ungkapnya.
Senyampang, Irul turut mengatakan kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk meresmikan Memorandum of Understanding (MoU) pihak UPI Sumenep dan AMAN Indonesia. Kolaborasi ini untuk mendorong tri dharma perguruan tinggi yakni dalam hal pengabdian.
“Perguruan tinggi kami berprinsip 3 hal yang salah satunya pengabdian terjadap masyarakat, oleh karena itu ini adalah momen yang pas untuk berkolaborasi dengan AMAN Indonesia,” ungkapnya.
Irul berharap, nantinya kampus akan menjalin kerja sama intensif dengan AMAN Indonesia dalam konteks pengabdian di wilayah yang telah maupun belum teridentifikasi lembaga tersebut.
“Kami berharap melalui MoU ini, mahasiswa UPI Sumenep, khususnya yang akan PPL dan KKN mampu menjadi penggerak perubahan di desa yang sebelumnya telah atau belum teridentifikasi oleh AMAN Indonesia,” pungkasnya.
Reporter: Nadif
Editor: Serli












