Seragam PJKR 2025 Tak Kunjung Dibagikan, Kaprodi : “Itu Bukan Urusan Saya”

0
146
BERDIRI: Sesi foto bersama Mahasiswa PJKR usai melaksanakan olahraga.

Mediaretorika.com–Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Angkatan 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep angkat suara persoalan pengadaan seragam yang hingga kini tak kunjung dibagikan.

Pasalnya, berdasarkan beberapa data yang telah dihimpun oleh mediaretorika.com pembayaran yang sudah dilakukan oleh mahasiswa sebelum pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) angkatan 2025, berjumlah 750.000. Namun hingga saat ini kisaran satu tahun lebih, seragam tersebut tak kunjung dibagikan.

Kondisi tak biasa tersebut memunculkan banyak kekecewaan di kalangan mahasiswa sehingga menimbulkan kecurigaan atas adanya penyelewengan wewenang.

Salah satu mahasiswa PJKR angkatan 2025 yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa mahasiswa hanya dapat berharap terhadap pihak prodi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Teman-teman PJKR 25 cuma bisa berharap lebih terhadap kaprodi dan menggantungkan ikhtiar kepada mereka,” ungkapnya.

Dia juga menduga adanya kejanggalan dari pihak kampus ketika dibandingkan dengan angkatan sebelumnya yang sudah menggunakan seragam tidak jauh setelah pelaksanaan PKKMB.

“Kami curiga ada yang tidak beres dengan pembuatannya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa PJKR berinisial A, ia mengaku kecewa karena pihak prodi hanya memberikan harapan tanpa kepastian. Menurutnya tidak akan ada narasi liar ketika pihak kampus dapat memberikan transparansi mengenai persoalan tersebut.

“Kami sangat kecewa dan kita tidak bakalan ada prasangka buruk, kalau semisal pihak kampus dapat memberikan transparansi,” sampainya.

Saat konfirmasi ke Kaprodi PJKR, Taufiq Rahman secara tegas mengaku tidak memiliki kewenangan atas pengadaan seragam, ia kemudian mengarahkan untuk ditanyakan terhadap bagian keuangan atau pihak lain yang dianggap memiliki kewenangan.

“Kalau perihal itu bukan ranah saya mas, coba sampean langsung tanya ke bagian keuangan, meskipun sampean mau wawancara terhadap saya, saya ngak bakalan bisa jawab,” tuturnya.

Ketika diminta memberikan keterangan sebatas pengetahuannya, Taufiq tetap menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan penjelasan lebih jauh dengan alasan hawatir pernyataan yang disampaikan justru berada diluar kewenangannya.

“Sekali lagi itu bukan urusan saya, bukan tupoksi saya, saya nggak bisa spek up tentang ini, takutnya blunder juga ujung-ujungnya,” pungkasnya.

Reporter: Sholeh

Editor: Redaksi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here