Kualitas Mahasiswa dalam Berbahasa Indonesia Menurun, HMP PBSI Gelar Kajian Kebahasaan

0
679
SERIUS: Anggota HMP PBSI saat mengikuti Kajian Kebahasaan di Gedung Kesenian, pada Kamis (15/06/23). (HMP PBSI untuk mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) STKIP PGRI Sumenep adakan Kajian Kebahasaan yang bertema “Penguatan Berbahasa Indonesia dalam Arus Globalisasi”. Bertempat di Gedung Kesenian kampus setempat pada Kamis (15/06/2023).

Kajian kebahasaan yang telah terlaksana sore hari itu, dihadiri oleh mahasiswa prodi PBSI dari angkatan 2019 sampai angkatan 2022. Sekaligus, dihadiri langsung oleh mantan ketua umum HMP PBSI, Jumrotul Hajjah sebagai pemateri.

Ketua Umum HMP PBSI, Andriyanto mengatakan, Kajian Kebahasaan ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh pengurus HMP PBSI. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih kecakapan anggota. Terutama yang berkaitan dengan seputar Bahasa Indonesia.

“Sudah seharusnya mahasiswa PBSI mempunyai kecakapan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujarnya.

Lain daripada itu, Jumrotul Hajjah selaku pemateri menyampaikan, mahasiswa saat ini banyak yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Menurut ijum, sapaan akrabnya, latar belakang pemerosotan pengguna bahasa Indonesia sesuai kaidah kebahasaan adalah arus globalisasi. Di tambah dengan perkembangan teknologi yang juga sangat cepat.

Perkembangan teknologi yang dimaksud adalah tentang mudah informasi dapat diakses. Meksipun tidak jelas kebenaran dan sumbernya. Ijum mencontohkan, seperti konten-konten berupa video yang tidak jarang menggunakan bahasa yang sesuai kaidah.

“Realita yang ada saat ini dalam kondisi tertentu, kebanyakan mahasiswa kurang mampu menempatkan Bahasa Indonesia tersebut dengan baik dan benar,” imbuhnya.

Di samping itu, Ijum berharap, pasca kajian, mahasiswa dapat menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dana benar. Lebih-lebih perbaikan tersebut bisa dimulai dari diri sendiri. Sebab, tanpa adanya kesadaran yang kuat, terutama dari mahasiswa Prodi PBSI. Maka sangat sulit untuk melakukan penanggulangan.

“Solusinya ada pada diri kita sendiri. Berlatih, berlatih dan berlatih,” pungkasnya.

Reporter: Rizal Maulana

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here