MEDIARETORIKA.com-Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Wakil Ketua (Waka) III Bidang Administrasi Umum STKIP PGRI Sumenep, mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor: 387/SE/B.2/STKIP PGRI/X/2021, termaktub anjuran kepada seluruh pengelola, dosen, serta mahasiswa untuk menggunakan pakaian muslim/muslimah mulai dari tanggal 21 hingga 22 Oktober 2021.
Sehubungan dengan hal tersebut, Agusrianti Puspitorini menyampaikan bahwa pengelola sudah mengagendakan maulid nabi, yang hal itu masih menunggu waktu yang tepat, dikarenakan dalam satu pekan ini segenap pimpinan masih memiliki acara.
“Kita sudah agendakan, insyaallah akan diadakan maulid nabi untuk ini, hanya saja kita ini masih mencari waktu yang tepat, karena pimpinan minggu ini ada banyak hal kegiatan di luar,” ungkap perempuan yang sedang menjabat sebagai Waka III Bidang Administrasi Umum itu (21/10/2021.
Kemudian dirinya juga menyampaikan harapannya di balik simbol pakaian ala santri tersebut, bahwa pengelola, dosen maupun mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai kesantrian itu sendiri.
“Sebenarnya hari santri ini hanya simbolnya saja melalui pakaian, hanya saja harapan kita untuk memperingati hari santri ini kita bisa mengaplikasikan nilai-nilai kesantrian itu sendiri. Karena harapannya tidak hanya simbol pakai baju muslim saja, tapi juga dalam komunikasi, keseharian, karakter benar-benar mengingatkan kita saat jadi santri,” sambungnya.
Selaras dengan hal itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Prodi PPKn) Semester 1 juga mengapresiasi Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Waka III itu. Dirinya menyampaikan bahwa hal ini merupakan suatu hal yang bersifat positif.
“Dalam momentum peringatan hari santri ini, kampus STKIP PGRI Sumenep ini mewajibkan seluruh pegawai ataupun mahasiswanya memakai busana muslim, saya mengapresiasinya, hal ini bersifat positif,” tutur Fathor Rosy.
Kemudian dirinya menambahkan, tentang hal yang lebih penting dari hanya sebatas simbol ini, yaitu urgensi nilai-nilai kesantrian benar-benar tertanam dalam benak mahasiswa dan pengelola di kampus.
“Ada yang lebih penting dari hanya sebatas simbol ini, yakni bagaimana urgensi nilai-nilai kesantrian ini benar-benar tertanam dalam benak mahasiswa dan pengelola di kampus kita,” tandasnya.
Reporter: Khuzaimah/Alfn












