
MEDIARETORIKA.com–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Matriks Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar Technical Meeting (TM) Olimpiade Matematika (OKARA) se-Madura. Berlangsung di graha kemahasiswaan kampus setempat. Senin (19/01/26).
Ketua Umum HMP Matriks, Moh. Zainur Rahman, menegaskan bahwa persiapan matang menjadi prioritas utama. Bagi Rahman, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi akademik, melainkan manifestasi nyata dari komitmen organisasi dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Melalui OKARA, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kompetitif. Ini adalah bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: KMD Dinilai Fundamental, Dekan FKIP Nyatakan Dukungan
Rahman mengungkapkan kepercayaan publik terhadap konsistensi OKARA yang telah memasuki pelaksanaan ke-8 kalinya ini terbukti sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari lonjakan jumlah pendaftar yang signifikan. Awalnya, panitia hanya menargetkan 400 peserta, namun hingga pelaksanaan TM, tercatat lebih dari 560 peserta telah terdaftar.
“Jumlah pendaftar membludak sebelum pendaftaran resmi ditutup. Hal ini menunjukkan besarnya kepercayaan sekolah dan peserta terhadap kualitas kompetisi yang kami bangun selama delapan tahun terakhir,” tambahnya.
Salah satu inovasi yang diapresiasi peserta adalah pembagian level pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Menurut Rahman, klasifikasi tersebut bertujuan agar persaingan terasa lebih adil dan proporsional bagi setiap tingkatan usia.
Baca Juga: UPI Sumenep Rilis Rincian Biaya Pendidikan Mahasiswa Baru 2026/2027, UKT Rp2,3–2,7 Juta
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Nuruddin, mengatakan bahwa progres persiapan fisik maupun teknis telah mencapai angka 75 persen. Pihaknya juga telah menyusun berbagai skema antisipasi untuk meminimalisir kendala yang mungkin muncul saat hari pelaksanaan.
Nuruddin menekankan pentingnya persiapan yang detail mengingat matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar siswa.
“Masih banyak siswa yang membenci matematika karena dianggap sulit. Melalui OKARA yang dikemas menarik ini, kami ingin mengikis paradigma tersebut dan menunjukkan bahwa matematika bisa dinikmati,” pungkasnya.
Reporter: Diyah
Editor: Serli











