KMD Dinilai Fundamental, Dekan FKIP Nyatakan Dukungan

0
224
Sejumlah anggota Pramuka berdiri menghadap tugu peringatan dengan lambang Garuda Pancasila dalam sebuah kegiatan upacara. (Foto: Septian Akbar/Unsplash).

MEDIARETORIKA.com–Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Khoirul Asiah, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka.

Perempuan yang akrab disapa Irul itu menegaskan, dirinya secara pribadi mendukung KMD sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa, terlepas dari pro dan kontra yang berkembang di kalangan mahasiswa.

Irul menambahkan, dukungan itu diberikan pada aspek substansi kegiatan, bukan pada kebijakan yang mengatur pelaksanaannya.

“Saya mendukung kegiatan KMD, terlepas dari pro dan kontra yang terjadi. Fakultas mendukung adanya kegiatan KMD, tapi tidak berbicara mengenai kebijakan,” ujarnya.

Menurut Irul, KMD memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan mahasiswa, khususnya calon guru. Yakni, agar mahasiswa memiliki kompetensi kepramukaan yang dibutuhkan ketika terjun ke dunia pendidikan.

Baca Jugq: Fakultas Tak Dilibatkan, Prodi PJKR Terbitkan Kebijakan Sepihak

“Secara pribadi, saya menilai KMD ini bagus untuk diberikan kepada mahasiswa. KMD penting untuk mempersiapkan alumni-alumni agar mempunyai kompetensi di bidang kepramukaan. Itu diperlukan ketika sudah menjadi guru, misalnya sebagai syarat menjadi pembina pramuka,” jelasnya.

KMD juga berperan dalam membentuk karakter dan keterampilan non-akademik mahasiswa, seperti kepemimpinan, kerja sama, dan soft skill lainnya.

“Secara umum, KMD itu bagus sebagai bentuk penguatan mahasiswa di bidang kepramukaan. Dalam kegiatan itu banyak hal yang dipelajari, mulai dari kepemimpinan sampai soft skill lainnya,” katanya.

Meski demikian, Irul menegaskan bahwa dukungan terhadap substansi kegiatan tidak serta-merta berarti fakultas terlibat dalam pengambilan kebijakan terkait pelaksanaannya.

“Substansinya kami dukung, tapi kebijakan tetap harus jelas mekanismenya,” tandasnya.

Dukungan serupa juga datang dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ahmad Ahya Ubaidillah. Dia menilai, KMD penting sebagai bekal calon guru sekolah dasar.

Menurutnya, kegiatan tersebut membantunya mempersiapkan diri menjadi guru pembina pramuka yang mampu menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa.

“Sebagai mahasiswa PGSD, saya nantinya akan mengajar di SD yang juga memiliki kegiatan pramuka. KMD menjadi bekal, sebab guru tidak hanya mengajar akademik, tetapi juga membina ekstrakurikuler,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Ira Datul Aini, menilai KMD memberikan banyak manfaat, terutama dalam konteks kepemimpinan dan pengelolaan forum kepramukaan.

“Saya jadi tahu bagaimana tata cara mengajar dengan baik dalam konteks kepramukaan, sekaligus bagaimana menjadi pembina pramuka yang mampu mengatur forum dengan baik,” pungkas mahasiswa yang pernah mngikuti KMD itu.

Reporter: Azmi/Arul
Editor: Redaksi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here