UKM Pramuka UPI Sumenep Resmi Tutup KMD Penggalang, Cetak 38 Pembina Bersertifikat

0
264
POSE: Jajaran pengurus Kwarcab dan UKM Pramuka Sumenep saat penutupan KMD Penggalang, Jumat (30/01/26). (Mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas PGRI (UPI) Sumenep resmi menutup kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Golongan Penggalang. Berlangsung di Graha Kemahasiswaan kampus setempat, Jumat (30/01/26).

Diketahui, tercatat sebanyak 38 peserta dinyatakan lulus dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Kebijakan Berbiaya Prodi PJKR Diendus Pimpinan, Fakultas Panggil Kaprodi

Hal ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Kwarcab (Waka Kwarcab) Sumenep Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa); Dr. H. Musleh Wahid, Wakil Ketua (Waka) Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumenep Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa); Moh. Madani. serta jajaran pengurus Kwarcab lainnya.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep sekaligus Wakil Ketua II Bidang Bela Negara dan Gugus Depan Perguruan Tinggi, Zamzami Sabiq Hamid. Dia menekankan bahwa dinamika pelaksanaan sepekan proses KMD merupakan awal pengabdian para pembina.

Pihaknya menegaskan, sertifikat KMD menjadi bukti legalitas kompetensi seorang pembina.

“Pembina harus memiliki kelayakan. Maka, KMD ini adalah bukti legalitas pembina yang tidak ‘bodong’,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zamzami memaparkan bahwa ruh pramuka adalah golongan penggalang. Jika pembina tidak mampu tampil reaktif dan menarik simpati peserta didik, maka semangat penggalang akan runtuh.

“Apalagi menghadapi genZ yang cara bicaranya digital active. Kalau pembinanya tidak update, maka tidak akan ada ketertarikan,” tambahnya.

Baca Juga: Aksi Belum Reda, BEM Bersama Mahasiswa UPI Sumenep Siap Gelar Unjuk Rasa Lanjutan

Terakhir, Zamzami berpesan agar peserta lulus kegiatan KMD ini menjadi pembina yang adaptif, produktif, dan bervisi berkelanjutan demi mendorong lahirnya kader tangguh seperti Pramuka Garuda yang masih minim di Kabupaten Sumenep.

“Bagaimanapun juga, Pramuka adalah proses kaderisasi kepemimpinan,” pungkasnya.

Salah satu peserta KMD, Ivan Lukman Hakim menilai kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kompetensi dan jejaring di lingkup kepramukaan. Kata Ivan, peserta dibantu dengan dibekali pengetahuan dan praktik untuk menciptakan penanaman karakter yang mandiri dan adaptif.

“Di KMD kita memperoleh bekal mempraktikkan cara mengajar pramuka tidak hanya untuk mahir mengajar tetapi juga menggunakan instansi sebagai membentuk jejaring,” pungkasnya.

Reporter: Tasya

Editor: Redaksi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here