HMP PGSD UPI Sumenep Gelar Seminar Semarak Pendidikan Nasional, Sorot Relevansi MBG dan Masa Depan Pendidikan

0
37
MENYIMAK: Seminar Semarak Pendidikan Nasional HMP PGSD di aula lantai III kampus UPI Sumenep, Selasa (12/05/26). (Nadif/Mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar Seminar Semarak Pendidikan Nasional di Aula Lantai III kampus setempat, Selasa (12/05/26).

Seminar yang diikuti 135 mahasiswa ini menghadirkan sejumlah tokoh, yakni Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, M. Iksan, S. Pd., MT.; Pengamat Pendidikan, Imam Syafi’i, SH., MH.; Pendamping Koordinator Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo; anggota DPRD Fraksi Nasdem, Ahmad Juhairi, S. IP., M. Phil.; Founder Setara Perempuan, Aliya Zahra; serta Koordinator Pendidikan BEMNUS Jatim, Moh. Nurul Hidayatullah.

Baca Juga: DJTL 2026 LPM Retorika Angkat Isu Sensasional Lewat Konsep Jurnalisme Ramah Kekerasan Seksual

Seminar bertajuk “Mengisi Perut dan Mengosongkan Pikiran” ini sengaja mengangkat perdebatan soal relevansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap masa depan pendidikan Indonesia, bertepatan dengan momentum Bulan Pendidikan Nasional.

Ketua Umum HMP PGSD, Lesti Annatul Annisa’, menegaskan tema tersebut bukan dipilih tanpa pertimbangan. Di tengah euforia program MBG, dirinya menilai pendidikan justru harus tetap menjadi prioritas utama.

“Di masa refleksi Pendidikan Nasional sekarang, lebih penting pendidikan ketimbang MBG untuk menuju Indonesia Emas,” katanya.

Lesti berharap seminar ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka, kegiatan diharapkan benar-benar memantik kesadaran mahasiswa terhadap persoalan pendidikan yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

“Semoga Semarak Pendidikan ini tidak berhenti di acara hari ini saja, tetapi benar-benar jadi pemantik kesadaran kita terhadap isu-isu pendidikan,” harapnya.

Baca Juga:Biaya Microteaching UPI Sumenep Dipangkas 50 Persen Usai Audiensi Mahasiswa

Ketua Panitia Pelaksana, Abdullah Za’iem, mengungkapkan seminar ini juga sengaja melibatkan mahasiswa angkatan 2025 sebagai bagian dari upaya membentuk mental berorganisasi sejak dini.

“Organisasi bukan hanya tempat berproses dan belajar, tapi organisasi yang sebenarnya adalah tempat kesiapan untuk melatih mental diri,” ujarnya.

Di lain sisi, Za’iem mengakui persiapan kegiatan berlangsung dalam waktu yang mepet, namun semangat seluruh panitia menentukan keberhasilan acara.

“Acara berjalan dengan semarak berkat kerja kolektif panitia,” pungkasnya.

Reporter: Bilqis

Editor: Syaif

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here