5 Hari Menuju PKKMB, Suara Hati Panitia yang Tak Terdengar

0
125
Ilustrasi by : ChatGPT AI

​PKKMB harusnya jadi momen pertama yang membanggakan untuk mahasiswa baru. Namun, dengan sisa waktu tinggal 5 hari dan persiapan yang masih beberapa persen, kita sedang disuguhkan tontonan paling memalukan dari para pimpinan kampus. Sekarang tidak usah pakai bahasa alasan birokrasian yang berputar-putar, ini murni kelalaian fatal dan bentuk lepas tangan dari pimpinan.

​Bagaimana bisa acara sebesar ini, yang mengurus ratusan nyawa manusia, logistik, sampai mental anak orang, dibiarkan terbengkalai tanpa arah sampai mepet tenggat waktu?

Jika pimpinan turun tangan dan serius dari awal, kekacauan ini tidak bakal terjadi. Yang ada sekarang, panitia disuruh kerja rodi setengah mati, begadang tiap malam demi menutupi kebiasaan malas dan lambat dari para pejabat kampus, yang kerjaannya asik duduk manis di zona nyaman.

Tahun lalu acara bisa megah dan rapi karena disiapkan berbulan-bulan dengan otak yang dipakai. Jika sekarang panitia cuma diberi waktu sebelas hari sejak rapat perdana panitia, jangan berharap ada kemeriahan. Yang ada kemungkinan akan kacau balau, narasumber seadanya, dan risiko keselamatan yang diabaikan.

​Sudahlah, berhenti cari alasan klasik soal kendala teknis. Kalau memang dari awal pimpinan tidak mampu mengurus jadwal dengan benar,

Jangan lempar semua beban mental dan fisik ke pundak mahasiswa yang jadi panitia di lapangan, sementara para pimpinan cuma duduk diam menunggu laporan selesai.

​Jika dalam 5 hari ini tidak ada gebrakan darurat yang transparan dan jujur dari pihak atas, pelaksanaan PKKMB hanya akan menjadi panggung sirkus yang menertawakan ketidaksiapan pihak kampus sendiri.

Serta pesan dari penulis, tolong hargai nasib ratusan mahasiswa baru sebelum bom waktu meledak secara tak terduga.

Memaksa panitia merancang konsep, menyusun tata tertib, hingga merangkai alur acara dalam rentang waktu 11 hari hanya akan melahirkan konsep mentah yang jauh dari kata ideal. Ketika persiapan dilakukan secara tergesa-gesa akibat kelalaian perencanaan awal, alur komunikasi antar divisi dipastikan berantakan. Hasil akhir yang bisa ditebak adalah sebuah helatan yang diwarnai kebingungan massal, miskomunikasi di lapangan, serta koordinasi yang pincang di setiap lini.

Penulis adalah Zahrir Ridho, mahasiswa ppkn yang menyampaikan kritikan dalam bentuk tulisan karena peduli terhadap kampus.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here