Mahasiswa KKN STKIP PGRI Sumenep Diminta Berkontribusi dalam Kemajuan Desa

0
825
ANTUSIAS: Mahasiswa KKN Mandiri STKIP PGRI Sumenep saat mengikuti pelepasan di Gedung Kesenian, pada Senin (31/07/23). (Noval untuk mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tentang pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, STKIP PGRI Sumenep menggelar acara Pelepasan mahasiswa KKN Mandiri di Panggung Kesenian kampusnya pada Senin (31/07/23).

Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat kampus, yaitu Ketua PPLP PT STKIP PGRI Sumenep, Abu Imam, Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni, Wakil Ketua I Bidang Akademik, M. Ridwan, dan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Moh. Fauzi.

Dalam sambutannya, Ketua panitia, Mulyadi menyebutkan bahwa ada 5 Kecamatan yang akan menjadi lokasi KKN bagi mahasiswa. Satu di antaranya adalah Kecamatan Gili Genting Kabupaten Sumenep, dan sisanya berada di Kabupaten Pamekasan, yaitu Kecamatan Pademawu, Galis, Kadur, dan Larangan.

“Mahasiswa harus membranding diri sebagai bagian dari masyarakat yang maju, sesuai dengan tema KKN ‘Menuju Desa Berkemajuan’,” ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa dapat bersikap baik dan sopan saat berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa mahasiswa STKIP PGRI Sumenep memiliki nilai moral yang tinggi dan kualitas pendidikan yang baik.

“Kami ingin masyarakat terkesan dengan mahasiswa kami dan tertarik untuk menyekolahkan anak-anak mereka di kampus kami,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni mengingatkan mahasiswa untuk lebih hati-hati dalam menggunakan aplikasi Tiktok. Pasalnya, ada beberapa kasus mahasiswa dari kampus lain yang dipulangkan karena dinilai tidak etis dalam menggunakan Tiktok.

“Saya tidak mau ada mahasiswa KKN kami yang harus diusir oleh warga karena hal itu. Seperti yang baru-baru ini viral di media sosial,” tegasnya.

Asmoni juga menekankan bahwa mahasiswa harus menjaga almamater, kesehatan, keselamatan, dan etika saat berkomunikasi dengan masyarakat. Karena hal itu sangat berdampak terhadap citra kampus STKIP PGRI Sumenep.

“Saya tidak mau hal buruk terjadi pada mahasiswa kami. Jika ada masalah, saya minta ketua panitia dan petugas DPL segera menyelesaikannya. Ini semua demi kesehatan dan keselamatan kalian,” pungkasnya.

Reporter: Zainuddin

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here