
MEDIARETORIKA.com–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep lakukan audiensi kepada pimpinan kampus. Tepatnya, bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, pada Senin (30/10/23) kemarin.
Audiensi itu ditemui langsung oleh seluruh jajaran pimpinan, mulai dari Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni, Wakil Ketua (Waka) I Bidang Akademik, M. Ridwan, Waka II Bidang Administrasi Umum, Jamilah, dan Waka III Bidang Kemahasiswaan, Moh. Fauzi.
Hal itu dilakukan untuk menjaga efektifitas keberlangsungan akademik dan kemahasiswaan. Oleh sebab itu, BEM STKIP PGRI Sumenep beritikad menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan, agar bersama-sama mengevaluasi kinerja kampus menjadi lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Bukhari Muslim. Dia mengungkapkan, pimpinan kampus yang berjuluk Tanéyan Lanjhâng ini menyetujui semua tuntutan, dan akan segera ditindak lanjuti.
“Kami akan terus kawal komitmen pimpinan dalam merealisasikan pokok-pokok rekomendasi yang sudah disampaikan tadi,” sampainya.
Saat audiensi berlangsung, Waka I Bidang Akademik, M. Ridwan mengatakan, untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dosen dan pembimbing skripsi akan segera diselesaikan bersamaan dengan pedoman skripsi yang baru.
“Kemudian melakukan pemanggilan Kaprodi untuk menyamakan persepsi tentang MBKM.”
Setelah itu, Waka III Bidang Kemahasiswaan Moh. Fauzi juga menanggapi. Dirinya menyampaikan, beasiswa Yatim piatu tersebut dalam waktu seminggu atau sebulan akan segera melakukan survei. Sedangkan untuk mahasiswa KIP kuliah akan di wajibkan aktif dalam salah satu Ormawa.
“Hal itu bertujuan untuk membantu memberikan wadah mahasiswa sehingga bisa mengembangkan potensi yang ada atau bisa mengasah soft skill dan hard skill,” tandasnya.
Adapun beberapa poin permasalahan yang diajukan oleh BEM antara lain:
1. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) disini ada berapa poin lagi
a. Tidak ada monitoring pada mahasiswa yang lulus MBKM
b. Koordinator PT tidak update informasi
c. Mahasiswa MBKM masih di anjurkan mengikuti matakuliah
d. Salah satu Kaprodi STKIP PGRI Sumenep tidak setuju dengan program MBKM
2. Profesionalitas dosen pembimbing skripsi
3. Simkatmawa
4. Beasiswa yatim piatu, dll.
5. Satgas PPKS
Oleh sebab itu, berikut rekomendasi atau tuntutan dari BEM STKIP PGRI Sumenep:
1. Lakukan evaluasi secepat mungkin terkait pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di STKIP PGRI Sumenep.
2. BEM STKIP PGRI Sumenep merekomendasikan adanya SOP dosen pembimbing skripsi.
3. Kemahasiswaan membentuk tim kecil yang berfokus pada proses pelaksanaan simkatmawa 2024 nantinya.
4. Segera berikan keterangan resmi terkait beasiswa yatim, yatim piatu, dan tahfidz, kepada mahasiswa yang mendaftar.
5. Pimpinan STKIP PGRI Sumenep segera melakukan pemantauan dan evaluasi kepada Tim Satgas PPKS, sebagaimana bunyi pasal 54 ayat (1) Permendikbud Ristek No 30 tahun 2021.
6. konversi akademik mahasiswa berprestasi harus ada panduan yang jelas.
7. kampus harus memiliki bank data prestasi mahasiswa yang bisa diakses dengan mudah di akhir tahun.
8. Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa KIP 2023 harus dianjurkan untuk mengikuti organisasi kemahasiswaan yang ada di dalam kampus.
Reporter: Zainuddin
Editor: Iqbal











