Perempuan Adalah Mahluk Egois

0
2908
ilustrasi by: JPNN.com

Oleh : Halili

Rintik hujan kali ini, mengingatkan aku pada seseorang. Bersamanya membuatku hanyut pada kenangan tentang air mata. Sempat membuatku putus asa, bukan lantas tidak mau bersamanya akan tetapi menyatukan pendapat diantara kita adalah sebuah kesulitan yang luar biasa. Entahlah, mungkin sikapku yang terlalu berlebihan atau karena hal lain yang tidak dapat diterima olehnya.

Ah, sudahlah lebih baik kita seruput kopi saja untuk sekadar menghilangkan penat. Pernah suatu ketika aku dihadapkan pada sebuah persoalan dengan kekasihku, seperti biasa dirinya selalu meminta waktu untuk menyendiri sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah. Bukan hal yang aneh bagiku sebab itu sudah biasa terjadi, namun jika ditelisik mendalam terdapat sesuatu yang mengherankan. Bagaimana tidak, permasalahan yang kita alami harus didiami tanpa kata, bukan malah diselesaikan secara tuntas.

Perempuan seringkali menghindar dari sebuah persoalan dengan cara menyendiri, akan tetapi yang membuatku tidak nyaman saat dirinya memilih pria lain untuk menjadi penenang saat memiliki masalah dengan pasangannya.

Bukan lantas aku bermaksud menyalahkan perempuan, dan bukan juga ingin membela diri saya sebagai seorang laki-laki. Namun sesuai pengalaman yang ku alami lebih sering menjumpai hal demikian, khususnya pada seorang perempuan. Salahkah jika aku mengatakan perempuan itu egois?

Terdapat sebuah kata-kata yang seringkali diutarakan oleh seorang perempuan. Pertama, perempuan tidak pernah salah. Kedua, jika perempuan salah maka laki-laki yang lebih salah. Ketiga, jika laki-laki yang salah maka itu adalah kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan oleh perempuan. Secara tidak langsung hal itulah yang membuatku berpendapat bahwa perempuan adalah mahluk egois. Bagaimana tidak, sementara laki-laki selalu disudutkan pada titik negativ yang tidak tertolong sama sekali. Padahal sesungguhnya kebersamaan dan saling memahami satu sama lain adalah kunci dari bertahannya sebuah hubungan.

Namun, dikarenakan perempuan adalah mahlu egois maka sikap saling memahami hanyalah sebuah ilusi yang tidak jelas keberadaannya, sehingga permaslahan kecilpun akan menjadi penyebab dari pertengkaran besar. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan yang demikian akan timpang sebelah layaknya berdiri pada satu kaki. Akibatnya, semua itu akan mengubah kehidupan yang semula baik-baik saja menjadi hancur dengan adanya pertikaian.

Perlu diketahui bahwa diangkatnya derajat wanita bukan dengan berbuat seenaknya, melainkan dengan berbakti pada laki-laki. Begitu juga dengan laki-laki yang memiliki tugas untuk menghargai, menjaga, merawat, dan menafkahi perempuan sebagai kekasihnya.

Oleh sebab itu, perlu adanya introspeksi diri. Hal ini mungkin menjadi solusi terbaik untuk mengatasi keegoisan bagi seorang perempuan. Sikap introspeksi diri ini seharusnya tumbuh dengan sendirinya dalam diri seseorang, bukan lantas diminta ataupun dipaksa. Sebab guru terbaik dalam hidup ini adalah diri sendiri, maka yang sangat berpengaruh untuk membenahi keperibadian adalah diri kita sendiri.

Mari Seruput Kopinya……………..

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here