Tak Cukup Secara Online, Kemahasiswaan Bina Secara Langsung Penerima KIP-K dan Bidikmisi yang Bermasalah

0
655
Suasana Pembinaan Penerima Beasiswa KIP-Kuliah dan Bidikmisi yang Bermasalah, Oleh Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep

MEDIARETORIKA.com-Guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Bidikmisi yang bermasalah, pihak Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep lakukan pembinaan secara langsung di ruang 2 gedung utara, pada Selasa (10/08/21) pagi tadi.

Saniman selaku Kepala Staf Kemahasiswaan menyatakan, bahwa pihaknya sengaja memanggil mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP-K yang tidak menyetorkan Kartu Hasil Studi (KHS) dan penerima yang memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di bawah standar.

“Kita memanggil mahasiswa Bidikmisi dan KIP-Kuliah yang tidak menyetorkan KHS  dan nilai IPK di bawah rata-rata, jadi kita melakukan pembinaan agar aktivitas pembelajaran yang akan datang sesuai dengan yang diharapakan oleh pemberi beasiswa yaitu pemerintah,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, jika penerima beasiswa yang bermasalah itu tidak segera dibina, dikhawatirkan pengajuan di semester selanjutnya akan dialihkan.

“Sehingga kalau teman-teman tetap dengan nilai rendah, maka takut mahasiswa penerima KIP dan Bidikmisi dialihkan untuk semester selanjutnya, ketika tidak dibina terlebih dahulu” tambahnya.

Karena pihaknya merasa tidak cukup melakukan pembinaan melalui sambungan telepon ataupun online, maka dirasa perlu untuk dibina secara langsung.

“Kita rasa tidak cukup melakukan pembinaan lewat telepon maka perlu kiranya kita hadirkan ke kampus dan kita tanyakan kembali komitmenya, apakah benar-benar mau melanjutkan atau tidak,” jelasnya, saat menceritakan pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya.

Saniman melanjutkan, bahwa pihak kemahasiswaan telah melakukan rapat koordinasi untuk mempertimbangkan kelayakan pengajuan di semester yang akan datang.

“Untuk menindaklanjuti bagi mahasiswa yang bermasalah maka kami adakan rapat apakah mahasiswa tersebut masih layak atau tidak untuk kita ajukan, akan tetapi ketika sudah beberapa kali tidak melakukan proses perkuliahan dengan baik itu nanti tidak kita ajukan lagi. dan pastinya nanti ada sangsi bagi yang tidak memenuhi tata tertib dan aturan yang sudah disepakati dari awal,” tandasnya.

Selaras dengan hal itu, Laili Raudah mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester 6 salah satu penerima Bidikmisi yang hadir pada acara itu mengungkapkan, bahwa dirinya mengakui pemanggilan itu karena pihaknya memiliki IPK yang tidak memenuhi standar.

“Saya dipanggil untuk pembinaan karena nilai saya rendah,” ucapnya.

Reporter: Sattina/Jelly

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here