MEDIARETORIKA.com-Guna meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh bagi mahasiswa, STKIP PGRI Sumenep kembali adakan vaksinasi tahap kedua dosis 1 yang dilaksanakan secara terbuka untuk umum pada Jumat (08/10/2021) pagi tadi.
Nur Hayat selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep, menyampaikan bahwa awalnya vaksinasi tersebut hanya menargetkan 100 peserta, namun sejauh pelaksanaan, peserta vaksinasi tersebut melebihi 200.
“Untuk target peserta, kemarin saya menargetkan hanya 100 mahasiswa, yang daftar di link itu hanya 54 mahasiswa, dan juga masyarakat secara umum.
Ia juga menuturkan bahwa konsumsi dan sembako telah ia sediakan untuk mereka yang mengikuti vaksinasi.
“Sekarang sudah kita sediakan sembako sebanyak 154 dan sudah kehabisan, dan yang sudah divaksin sekarang sudah melebihi dari 200 mahasiswa,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Koordinator BEM Sumenep itu, (08/10/2021).
Selain itu, ia juga berharap agar mahasiswa yang sudah divaksin, mampu mensosialisasikan kepada masyarakat secara umum, untuk mengimbangi kabar miring tentang vaksinasi.
“Harapan terlaksananya vaksinasi ini semoga mahasiswa bukan hanya menjadi aktor vaksinasi, namun mampu mensosialisakan kepada masyarakat secara umum, karena kita ketahui bersama ada berita-berita bohong, dan bisa mengimbangi berita-berita itu,” harapnya.
Selaras dengan hal di atas, Eny Aprianti selaku kepala Poliklinik menerangkan vaksinasi tersebut merupakan vaksinasi gelombang kedua, akan tetapi dosisnya masih dosis yang pertama.
Ia juga menuturkan, besar kemungkinan akan dilaksanakan vaksinasi lanjutan untuk mahasiswa yang masih belum divaksin. Namun hal itu masih dikoordinasikan kepada Ketua STKIP PGRI Sumenep dan ketua BEM.
“Sekarang gelombang kedua tapi masih dosis yang pertama, kemungkinan masih ada gelombang lagi kalau sasaran kali ini belum selesai, dan untuk gelombang ketiga masih dikonsultasikan kepada Ketua STKIP dan Ketua BEM” tuturnya pada MEDIARETORIKA.com (08/10/2021).
Dengan itu, dirinya juga berharap seluruh mahasiswa mengikuti vaksinasi, agar daya tahan tubuh menjadi kuat dan dijauhkan dari virus Covid-19.
“Harapannya biar mahasiswa STKIP itu bisa sehat, minimal kita dijauhkan dari penyakit Conona dan kami juga diperintahkan oleh pemerintah. Jadi vaksin itu memang harus terlaksana, dan harapannya masiswa semua vaksin”. pungkasnya.
Nayla/Dewi












