MEDIARETORIKA.com – Pelaksanaan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sudah selesai beberapa minggu lalu. Tercatat yang mengikuti kegiatan itu sebanyak 800 lebih mahasiswa baru. Itu artinya mahasiswa baru angkatan 2022 merupakan mahasiswa terbanyak ketimbang beberapa tahun terakhir.
Terdapat berbagai alasan mahasiswa baru menambatkan pilihannya untuk berkuliah di kampus Taneyan Lanjhang ini.
Seperti yang diungkapkan Arini Sofwana, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Alasan dirinya memilih STKIP PGRI Sumenep sebagai tempat menimba ilmu, dikarenakan banyaknya keunggulan di kampus dengan jargon maju berkembang dengan kualitas ini. Sehingga membuat dirinya terpanggil.
“Dulu, saya sering ikut lomba olimpiade di kampus STKIP ini, salah satunya yaitu OKARA dan saya merasa cocok saja untuk melanjutkan di sini,” ungkapnya (19/09/2022).
Oleh karena itu, Arini berharap dirinya dapat konsisten dan berkompeten berproses di STKIP PGRI Sumenep, baik dalam mengikuti perkuliahan sampai mengikuti kegiatan organisasi.
“Saya harap saya bisa konsisten dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan juga kegiatan organisasi yang bisa membuat saya lebih baik lagi, ke depannya,” tambahnya
Berbeda dengan Moh. Khoirurrofly Al-qahar mahasiswa baru prodi PBSI. Dirinya mengungkapkan bahwa tidak ada alasan khusus memilih kampus STKIP PGRI Sumenep. Karena menurutnya tidak ada perbedaan yang besar antara seluruh perguruan tinggi.
“Hanya proses yang menentukan kita mau jadi apa,” Ungkap mahasiswa baru itu.
Namun, secara khusus dirinya menyebutkan alasan memilih Prodi PBSI dari 6 prodi yang ada, adalah sebagai jembatan untuk mengolah dan mengembangkan skill di bidang kebahasaan. lebih-lebih public speaking
“Saya ingin memperbaiki kekurangan dalam berbahasa untuk bekal nanti ketika terjun di masyarakat,” tambahnya kepada awak media.
Senada dengan Rofli, Arini menyebutkan alasan dirinya memilih prodi PBSI. Karena ingin lebih mendalami bahasa Indonesia, baik dari linguistik ataupun sastra.
“Saya ingin lebih fokus pada pada metode berbahasa dan lebih mendalami sastra itu sendiri,” pungkasnya.
Reporter: Aris/Fitri












