Mahasiswa PBSI Laksanakan Penyuluhan Bahasa, IPNU dan IPPNU Pasongsongan Merasa Terbantu

0
2370
Lancar: Mahasiswa semester V, Prodi PBSI STKIP PGRI Sumenep menggelar penyuluhan, bertempat di LP Ma'arif NU Kecamatan Pasongsongan, pada Minggu 13/11/22. (Dok/Iqbal/Kru)

MEDIARETORIKA.com–Mahasiswa semester V, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Sumenep menggelar penyuluhan, Minggu (13/11/22). Tepatnya, berlangsung di Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pasongsongan.

Pelaksanaan kegiatan ini, bekerja sama dengan dua organisasi badan otonom (banom) NU kecamatan setempat. Lebih jelasnya, yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Penyuluhan tersebut, membahas tentang kesalahan dalam berbahasa Indonesia. Termasuk juga, berkaitan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Terdapat lima mahasiswa yang menjadi penyelenggara sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut. Meliputi Lailatul Fitriyah, Muthmainah, Iqbal Fuadi Hasbuna, Siti Nur Khotijah, dan Alfi Yasmin Muntiati.

Ketua Panitia Alfi Yasmin Muntiati mengungkapkan, ada beberapa hal yang melatarbelakangi acara tersebut. Pertama, yakni untuk memenuhi tugas akhir semester. Kemudian yang kedua, untuk meminimalisasi kesalahan dan penggunaan bahasa Indonesia.

“Tujuan kami bekerja sama dengan IPNU dan IPPNU, karena anggota organisasi ini adalah pelajar. Selain itu, mereka juga sering bersentuhan langsung dengan aktivitas berbahasa,” ungkapnya usai acara.

Untuk itu, besar kemungkinan mereka juga akan sering mengalami kesalahan berbahasa Indonesia. Terutama, jika tidak didasari dengan pemahaman alias pengetahuan terkait kebahasaan. “Kesalahan berbahasa Indonesia, bisa saja terjadi dalam bentuk tutur dan tulisan,” jelasnya.

Maka dari hal demikian, mahasiswa asal Kampus Taneyan Lanjhang ini, berinisiatif untuk menggelar penyuluhan. Supaya, potensi kesalahan yang dimaksud dapat diminimalisasi.

Sehubungan dengan acara tersebut, Ketua IPPNU Pasongsongan Susanti Fajariah menyampaikan banyak terima kasih. Khususnya, kepada pemateri yang sudah berbagi pengetahuan. Sehingga dapat menambah dan mengembangkan wawasan pengurus.

Menurutnya, anggota IPNU dan IPPNU setempat masih minim pengetahuan terkait kebahasaan. Terutama mengenai kesalahan berbahasa dari sisi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.

“Seminar penyuluhan tadi sangat membantu kami untuk memahami penggunaan bahasa yang baik dan benar, ” tandasnya.

Reporter: Khotijah

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here