Gagal Tepati Janji, Mahasiswa Trauma Untuk Sosialisasikan Kampus

0
7960
Kampus: Tampak Samping, Gedung Selatan STKIP PGRI Sumenep (12/09/21). (Dok/istimewa).

MEDIARETORIKA.com–Ungkapan kekecewaan terhadap kampus STKIP PGRI Sumenep, belum usai. Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, banyak mahasiswa merasa menanggung malu. Sebab, banyak janji kampus yang belum terbukti hingga sekarang.

Banyak mahasiswa melakukan sosialisasi, bahwa Kampus Taneyan Lanjhang ini akan segera naik status menjadi universitas. Bukan tanpa alasan, narasi serupa memang sempat digembar-gemborkan oleh semua pengelola.

Bukan hanya itu, mahasiswa juga merasa trauma pada pernyataan kegagalan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Karena sampai saat ini semakin banyak mahasiswa baru yang mempertanyakan hal perkembangan beasiswa tersebut.

Namun, hasilnya hanya berujung pada janji buta. Terkesan, hal demikian dilakukan hanya untuk mempromosikan kampus. Supaya, lebih banyak mengantongi mahasiswa. Akibatnya, mahasiswa baru menagih janji kepada kakak tingkatnya.

Keterangan terkait itu, disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Zainal Arifin. Menurutnya, pemimpin yang akan datang harus bisa memperbaiki kesalahan yang terjadi sekarang. Siapapun sosoknya.

“Supaya selaras dengan semboyannya sendiri. Maju dan berkembang dengan kualitas,” ungkapnya, Minggu (27/11/22).

Alfin juga merasa kecewa dan trauma ketika melakukan kegiatan sosialisasi kampus. Karena, wacana go universitas dan KIP hanya terdengar di telinga saja. “Janjinya kemarin sekitar 900 mahasiswa yang akan mendapat beasiswa. Tapi sekarang tidak sampai separuh yang lolos,” tambahnya.

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Rohani Mahasiswa (Karomah) Shahibul Bahri ikut memberikan komentar. Kata dia, kampus memiliki tanggung jawab besar. Salah satunya, adalah kepastian KIP dan kejelasan go universitas.

“Sekarang wacana go universitas ini mulai hilang perlahan. Padahal, itu adalah hutang kampus kepada mahasiswa,” tegasnya.

Mahasiswa PBSI semester 7 tersebut menambahkan, bahwa ketidakpastian KIP terhadap mahasiswa akan berdampak kepada masyarakat. Oleh karenanya, pemimpin yang akan datang, harus memperbaiki kesalahan.

“Semoga pemimpin yang akan datang bisa membawa kampus menjadi universitas,” tandasnya.

Reporter: Iqbal/Gusti

Redaktur: Rofi

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here