Gelar Nadwah Diniyah dan Pengajian Umum, UKM Karomah Diharapkan Menjadi Benteng Radikalisme di Kampus

0
667
SERIUS: Anggota UKM Karomah saat mengikuti Nadwah Diniyah dan Pengajian Umum, pada Sabtu (04/03/23). (Hsn/mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Rohani Mahasiswa (UKM Karomah) STKIP PGRI Sumenep Gelar Nadwah Diniyah dan Pengajian Umum. Bertempat di auditorium lantai 3 STKIP PGRI Sumenep, pada Sabtu (04/03/01).

Kegiatan yang bertajuk “Menjadi wakil Tuhan di Dunia” Dilaksanakan selama satu hari full. Yaitu di mulai dari pukul 10:00 WIB hingga pukul 22:00 WIB.

Ketua panitia Sofwanul Haqiqi menerangkan bahwa kegiatan tersebut diadakan guna mencetak mahasiswa yang baik. Lebih tepatnya bisa menyeimbangkan nilai-nilai spiritualitas dan Intelektualitas dalam kehidupan. Sehingga dengan keseimbangan kedua nilai tersebut, anggota UKM Karomah bisa menjadi lokomotif kesalahan perspektif keagamaan dalam kampus.

“Teman-teman mahasiswa bisa ‘khoirunnas anfauhum linnas’ (baca, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lain),” ungkapnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Umum UKM Karomah, Shahibul Bahri bahwa anggota UKM Karomah harus mampu menegakkan keadilan, memperjuangan kebenaran, dan berprilaku jujur.
“Begitulah seharusnya manusia dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk Tuhan,” tuturnya saat sambutan.

Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Bukhari Muslim menegaskan bahwa UKM Karomah harus menjadi benteng utama dalam menangkal radikalisme. Sebab, menurutnya hanya UKM Karomah yang mampu memberikan pemahaman keislaman yang moderat dengan kajian mendalam yang telah dilakukan.

“Siapa lagi kalau bukan UKM Karomah yang bisa mengadakan kegiatan yang berbasis intelektual,” ucapnya.

Sedang Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan, melalui Syauqi Robbiel Afif mengharapkan agar adanya kegiatan ini mampu menanamkan nila-nilai keislaman dan keindonesiaan kepada mahasiswa. Sebab dengan pemahaman tersebut dapat menetralisir terjadinya mudah mengkafirkan seseorang.

“Islam yang baik harus membawa kedamaian. Jadi pemahaman yang harus ditanamkan adalah mampu menerima bukan hanya memberi. Karena itu sangat sulit,” Pungkasnya.

Reporter: Riski/Nabil

Editor: Hsn

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here