Pro Kontra KM 6 STKIP PGRI Sumenep Diminta Tetap Masuk Kelas, Kaprodi PBSI Beri Penjelasan

0
858
TAMPAK: Sejumlah mahasiswa beraktifitas di depan gedung utara kampus STKIP PGRI Sumenep, pada Jumat (17/01/23). (Dok/mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Sumenep yang lolos seleksi Kampus Mengajar (KM) angkatan 6 mendapat anjuran dari Kaprodi PBSI, Suhartatik, untuk tetap mengikuti beberapa mata kuliah di kampus. Anjuran ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Sebab, selama ini tidak ada kebijakan serupa bagi mahasiswa KM.

Sebab itulah Suhartatik memberikan penjelasan alasan dirinya melakukan hal itu. Dirinya mengatakan, anjuran tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan praktek mengajar.

“Saya menyarankan teman-teman untuk ikut mata kuliah yang berkaitan dengan praktik mengajar, agar menjadi rujukan juga ketika mereka KKN. Itu selama tidak menggangu jadwal KM, artinya, ada jeda selama pelaksanaan KM,” ujarnya pada Senin (25/09/23).

Anjuran mengikuti mata kuliah tersebut dikhususkan hanya untuk mata kuliah wajib Prodi PBSI. Beberapa mata kuliah yang disarankan oleh Kaprodi PBSI antara lain Media Pembelajaran Bahasa Indonesia, Analisis Wacana, Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pengembangan Kurikulum Bahasa Indonesia, Telaah Bahan Ajar Bahasa Indonesia dan Metodologi Penelitian.

Sedangkan Menurut Wakil Ketua I Bidang Akademik STKIP PGRI Sumenep, M. Ridwan menuturkan , kebijakan tersebut bermula dari kegelisahan Kaprodi. Sebab, mahasiswa KM angkatan 6 Prodi PBSI bertepatan dengan pelaksanaan mata kuliah wajib.

Sehingga, tanpa mengikuti mata kuliah tersebut, dikhawatirkan akan menghambat pengetahuan mahasiswa. Terutama dalam persoalan penelitian bahasa yang akan menjadi salah satu tugas akhir perkuliahan.

“Kami khawatir jika mereka tidak mengikuti mata kuliah tersebut, mereka akan ketinggalan materi dan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi,” katanya pada Selasa (26/09/23).

Sementara itu, Koordinator PT Kampus Mengajar, Taufik Rahman, belum memberikan tanggapan resmi terkait anjuran Kaprodi PBSI. Ketika dihubungi oleh awak mediaretorika.com melalui pesan singkat, ia hanya menjawab dengan emoticon jempol warna putih.

Reporter: Zubairi

Editor: Hasan

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here