Dinilai Tidak Profesional, Ketua STKIP PGRI Sumenep Akan Sidak Kemahasiswaan

0
734
MENUNGGU KEMAHASISWAAN: Mahasiswa duduk di depan ruangan kemahasiswaan, Kamis (23/10/23. (Zainuddin/mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com—Bagian Staf Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep mengaku sering terlambat ngantor. Oleh sebab itu, mahasiswa menilai kemahasiswaan kampus Tanéyan Lanjhâng ini tidak profesional.

Berdasar hasil temuan media ini, awak media melakukan observasi sebanyak 5 kali di hari yang berbeda. Namun, kemahasiswaan cenderung tidak masuk sesuai jadwal yang ditentukan.

Salah satu dari prodi PGSD, Hanif Rasidi mengatakan, kinerja kemahasiswaan memang tidak profesional. Bahkan, pelayanan kepada mahasiswa sangat buruk. Sehingga tidak mencerminkan kampus yang berlatarbelakang pendidikan ini.

“Mereka merasa dirinya paling benar, dan mereka terlalu serem di dalam ruangannya,” ungkapnya, pada Kamis (30/11/23).

Bukan hanya itu, mahasiswa dari prodi BK, Diky Alamsyah juga angkat bicara. Menurutnya, kemahasiswaan harus memiliki jiwa profesionalisme. Supaya bisa menerapkan kedisiplinan dalam memberikan pelayanan terhadap mahasiswa.

“Apalagi bagian yang mengurus administrasi adalah kemahasiswaan, jadi waktu masuk dan pulang harus sesuai jam kerja,” tegasnya.

Kepala Staf Kemahasiswaan, Saniman membenarkan keterlambatan pihaknya. Namun dia berdalih, pihak kemahasiswaan mempunyai formulasi jadwal yang berbeda.

“Untuk jam kerja kemahasiswaan itu di bagi,” ungkapnya, pada Selasa (21/11/23).

Saniman juga mengatakan, jika kemahasiswaan mengalami keterlambatan, maka mahasiswa yang mempunyai kepentingan itu segera menghubungi. Barangkali, pihaknya ada kegiatan yang sangat penting diluar.

“Karena sekarang ini banyak kegiatan yang harus kami selesaikan, misalnya lagi ngurus KIP di bank,” sampainya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni menyampaikan, jam masuk karyawan dari pukul 08.00-08.30. Namun, kalau lebih dari jam yang sudah ditentukan, dampak buruknya kepada mahasiswa.

Asmoni menegaskan, pihak kemahasiswaan harus mempunyai formulasi yang jelas. Seperti adanya perwakilan yang sesuai dengan jam kerja.

“Sebenarnya secara bergantian masuknya tidak masalah, intinya harus ada yang mewakili,” ujarnya, pada Rabu (29/11/23).

Dari hal itu, Asmoni akan memanggil bagian-bagian strategis dari kemahasiswaan, dan melakukan evaluasi kinerjanya. Namun, setelah seminggu dari itu, Asmoni akan menyidak secara langsung ke ruangannya.

“Dan kamu harus dampingi, lihat perkembangannya,” pungkasnya pada awak media.

Reporter: Zainuddin

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here