Prestasi Cemerlang! Tiga Tim Farmasi UPI Sumenep Taklukkan Ajang PCC 2025

0
266
MEMBANGGAKAN: Mahasiswa D3 Farmasi UPI Sumenep saat menerima penghargaan juara pada Patient Counselling Competition (PCC) 2025 di Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Mediaretorika.com) Minggu (31/08/25).

MEDIARETORIKA.com–Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) program studi D3 Farmasi Universitas PGRI (UPI) Sumenep raih juara Patient Counselling Competition (PCC), Minggu (31/08/25).

Diketahui, kompetisi itu merupakan rangkaian dari kegiatan Pharmafest yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya).

Lebih lanjut, kompetisi ini terdiri dari dua tahap, yakni babak penyisihan berupa pembuatan video, dilanjut dengan babak Semi Final dan Final berupa uji praktik terkait konseling antara pasien dengan apoteker.

Baca Juga: Cipayung Plus Desak Polres Sumenep, Isu HAM dan Intimidasi Mengemuka

UPI Sumenep mendelegasikan 3 kelompok yang berhasil meraih juara I, III, dan masuk lima besar. Rinciannya sebagai berikut

Juara I: Kelompok Asclepius yang terdiri dari Andra Maulana N, Dita Anggraini, dan Evilia Febriyanti.

Juara III: Kelompok Geng Dosis yang terdiri dari Safika Putri Romli, Maya Safitri, dan Mia Sinilah Saputri SI.

Lima Besar: Kelompok Imunologi yang terdiri dari Qathrin Nada Tris, Nindya Aprilia , dan Dewi Ati Lestari Ningro.

Andra, anggota kelompok Juara I menyampaikan kegembiraannya. Menurutnya, menjadi Juara I dalam kompetisi tersebut seakan-akan hanya mimpi untuk dirinya.

“Ya tidak menyangka saja dari banyaknya universitas yang ikut, ternyata kami yang menjadi Juara I dan III,” ujarnya.

Baca Juga: Cipayung Plus Desak Polres Sumenep, Isu HAM dan Intimidasi Mengemuka

Dirinya juga menyampaikan peran penting kampus dalam kompetisi itu.

“Dari awak hingga akhir, alhamdulillah kampus memfasilitasi dan mendukung kami,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Prodi Farmasi, Zakiyyah, mengatakan, adanya peran dari dosen pembimbing menjadi salah satu kunci keberhasilan mahasiswanya.

“Seperti dibekali dengan simulasi kasus sesuai dengan tema yang sudah dilombakan,” imbuhnya.

Zakiyyah juga berharap mahasiswa Prodi Farmasi bisa lebih aktif mengikuti kompetisi, baik di bidang kefarmasian maupun di bidang lain.

“Kompetisi merupakan sarana belajar yang luar biasa, karena mahasiswa tidak hanya menguji ilmu, tapi juga melatih mental, komunikasi, kerja sama, dan kreativitas,” jelasnya.

Reporter: Eka

Editor: Dita

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here