
MEDIARETORIKA.com–Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI (UPI) Sumenep yang tergabung dalam Aliansi Ormawa bersama Koalisi Mahasiswa menggelar audiensi di Ruang Rapat Pimpinan, Selasa (27/10/26).
Audiensi tersebut menyoroti ketidakjelasan realisasi beasiswa alternatif yang dibuka oleh pihak kampus sejak 7 Agustus 2026.
Koordinator Audiensi, M. Iqbal Asyrofi, menjelaskan bahwa persoalan beasiswa alternatif berawal dari aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Ormawa bersama Koalisi Mahasiswa pada 12 Juni 2026 yang menghasilkan keputusan akan dibukanya regulasi beasiswa alternatif.
Namun, setelah dibuka pendaftaran tersebut sampai hari ini tidak ada kejelasan dari pihak kampus. Asrofi menilai ketidakjelasan itu menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa, terutama bagi mereka yang belum memperoleh beasiswa.
“Itu runtut dari aksi beberapa bulan lalu, apakah beasiswa tersebut hanya sebagai obat penenang bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa KIP-K” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Moh. Fauzi, menyampaikan bahwa proses seleksi administrasi telah selesai. Ia menyebutkan bahwa terdapat 108 mahasiswa yang mendaftar beasiswa alternatif dengan rincian 57 mahasiswa kategori beasiswa tidak mampu, 28 beasiswa yatim piatu, 16 beasiswa prestasi, dan 7 mahasiswa beasiswa tahfiz.
“Kalau seleksi sudah selesai secara administrasi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penentuan kuota penerima beasiswa juga menyesuaikan kemampuan anggaran yayasan.
Menurutnya, pihak kampus telah mengomunikasikan kebutuhan tersebut kepada yayasan dalam rapat yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
“Skema tersebut juga menyesuaikan kuota dari yayasan dan sudah dikomunikasikan ke pihak yayasan dalam rapat tigal bulan sekali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fauzi menyatakan bahwa kuota penerima beasiswa belum dapat diumumkan karena pihak kampus masih menunggu kepastian dari yayasan terkait jumlah penerima yang dapat diakomodasi berdasarkan perhitungan anggaran.
“Untuk kuota, kita tidak bisa keluarkan hari ini karena kita juga sudah meminta ke yayasan, tetapi masih belum ada jawaban yang pasti. Kuota harus dihitung dari segi penganggaran,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UPI Sumenep, Asmoni, menyatakan bahwa pihak kampus telah berupaya mengusahakan sumber beasiswa lain untuk membantu mahasiswa.
“Kita sudah berupaya mengusahakan beasiswa-beasiswa lain, misalkan beasiswa BAZNAS,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa kuota beasiswa yang tersedia masih terbatas.
“Terus terang, kuota kita terbatas,” pungkasnya.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah tuntutan mahasiswa disepakati oleh rektor bersama beberapa pimpinan kampus yang hadir, yakni;
1. Seleksi dan tes beasiswa tahfiz serta prestasi akan dilaksanakan pada tanggal 16-18 November 2026.
2. Survei beasiswa tidak mampu dan yatim piatu akan dilaksanakan pada tanggal10 November-10 Desember 2026.
3. Pengumuman kelolosan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2026.
4. Pengumuman/rincian timeline yang sudah disepakati akan dibuatkan pamflet dan akan dipublikasikan pada tanggal 3 November 2026.
Reporter: Arul
Editor: Redaksi












