Tingkatkan Semangat Literasi, LPM Retorika Gagas Bincang Literasi Online

0
429
FOTO: Tangkapan layar pada saat bincang literasi yang diselenggarakan oleh LPM Retorika STKIP PGRI Sumenep. (Dita/mediaretorika.com) Senin (07/07/2025).

MEDIARETORIKA.com–Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Retorika STKIP PGRI Sumenep menggelar Live Streaming “Bincang Literasi” bertema “antara Scroll, Buku, dan Aksi Nyata” pada Senin malam (7/7/2025).

‎Diskusi ini mengupas tantangan literasi di kalangan mahasiswa era digital, khususnya kebiasaan scrolling media sosial melawan minat baca buku dengan menghadirkan pemateri, yakni Moh. Syaiful Bahri selaku Pendiri Sekolah Hompimpa.

Kegiatan ini diikutsertakan oleh mayoritas anggota LPM Retorika dan beberapa perwakilan LPM eksternal.

Pimpinan Umum LPM Retorika, Zainuddin menggelar ruang terbuka “Bincang Literasi” sebagai terobosan baru karena menilai kondisi literasi mahasiswa di lingkungan kampus yang mulai kehilangan eksistensinya.

“Saya melihat kondisi literasi di kampus masih minim. Oleh sebab itu, saya adakan terobosan baru untuk membangkitkan lagi gerakan literasi di kalangan mahasiswa, aktivis dan masyarakat,” jelasnya.

‎Adapun pemateri, Syaiful Bahri menekankan bahwa literasi sejati harus melampaui teks dan menjadi motor perubahan. Menurutnya, LPM perlu mendorong literasi multimodal yang lintas disiplin dan kolaboratif.

‎” Scroll itu kebiasaan, tapi membaca buku dan bergerak lewat literasi adalah keputusan,” tegasnya.

‎Salah satu anggota LPM Retorika, M. Iqbal Asyrofi antusias menyoroti relevansi tema. Pasca acara, dirinya merasa termotivasi dari konsep praktik diskusi yang telah disimak.

‎”Perihal yang paling saya tangkap adalah cara mengaplikasikan bacaan ke kehidupan nyata. Materi yang disampaikan menjadi pedoman bagi saya untuk meningkatkan literasi,” ujarnya.

‎Senada, anggota LPM Retorika, Habibullah juga ikut mengapresiasi kegiatan diskusi ini. Dia selaku mahasiswa baru STKIP merasa dari diskusi ini membuka jawaban dari problem nyata yang kerap ditemukan di lingkungan kampus.

‎”Acara ini sangat relevan bagi mahasiswa. Sebab hari ini terjadi fenomena menurunnya minat baca, karena kita makin doyan dunia maya,” katanya.

Terakhir, senyampang hal tersebut. Zainuddin berharap mahasiswa bukan hanya menjadi penyimak baik tetapi menjadi aktor penggerak yang baik pula.

“Saya harap mahasiswa hari ini tidak hanya menjadi penonton tapi mampu menjadi aktor penggerak literasi,” pungkasnya.

Reporter: fiqih

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here