MEDIARETORIKA.com-Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) STKIP PGRI Sumenep, akan menggelar audiensi kepada prodinya sendiri.
Sebelum audiensi itu dilakukan, Ketua HMP PBSI STKIP PGRI Sumenep, Jumratul Hajah mengaku, telah mengumpulkan beberapa ketua kelas dari Prodi PBSI guna mendiskusikan beberapa poin yang dianggap menjadi permasalahan.
Perkumpulan ketua kelas dari Prodi PBSI ini disebutnya sebagai Asosiasi Ketua Kelas (AKK) yang bertujuan menyerap segala aspirasi mahasiswa di Prodi tersebut.
Hingga berita ini ditulis, perempuan yang akrab disapa Ijum itu mengungkapkan bahwa AKK PBSI telah melakukan pertemuan selama dua kali. Kali pertama banyak ketua kelas yang tidak bisa hadir, sehingga diagendakan pertemuan kedua.
“Sebenarnya kegiatan itu sudah dua kali, tapi yang pertama masih ada ketua yang tidak hadir. Jadi saya kumpulkan lagi agar aspirasinya dari semua mahasiswa tersampaikan,” ungkapnya. (17/08/21)
Asosiasi ketua kelas itu menurut Jumratul Hajah, bertujuan untuk menampung aspirasi mahasiswa Prodi PBSI.
“Tujuannya untuk menampung aspirasi mahasiswa baik itu kritik, saran, masukan, apresiasi, dan support terhadap Prodi PBSI sehingga bisa lebih berkualitas kedepannya,” tuturnya.
Sehubungan dengan hal tesebut, dia mengatakan bahwa hasil dari asosiasi akan dibawa ke prodi melalui audiensi. Perihal waktu dirinya masih belum menentukan secara jelas.
“Hasil asosiasi ketua kelas itu nanti akan diajukan kepada prodi berbentuk audiensi, namun untuk tanggalnya belum kami tentukan,” ucapnya.
Sistematika penampungan aspirasi mahasiswa Prodi PBSI yang dijembatani melalui asosiasi itu, dikoordinatori langsung oleh ketua kelas masing-masing yang bertanggung jawab mengumpulkan suara mahasiswa di setiap kelas.
“Kami menghubungi ketu kelas, kemudian ketua kelas menginformasikan dan menampung aspirasi di grup kelas masing-masing, sehingga semuanya bisa memeberikan masukan,” ungkapnya.
Selain itu, Ijum mengatakan bahwa ada beberapa poin dari hasil asosiasi ketua kelas ini. Namun dia tidak menyampaikan secara terperinci, melainkan mengambil poin besarnya, yaitu terdapat nama dosen dan Ketua Prodi PBSI di dalamnya.
“Hasilnya banyak, tapi secara umum ada dosen dan Kaprodi,” katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Prodi PBSI menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat berkomentar, ia menyarankan agar mahasiswa lebih hati-hati menjaga nama baik prodi PBSI. Dirinya juga memberikan saran, agar keunggulan yang ada di prodinya ini dapat disampaikan sebagai ajang promosi.
“Mohon maaf saya tidak bisa berkomentar, saya memang tidak paham tujuan HMP membentuk tersebut,” ungkapnya saat diwawancarai melalui Whatsapp. (18/08/21)
“Hati-hati ya menjaga nama baik Prodi. Tidak hanya kekurangan saya sebagai Kaprodi atau dosen prodi, tapi juga seharusnya disampaikan lebih banyak kelebihan yang ada di Prodi kita untuk ajang promosi. Jangan sampai menjadi bumerang pada prodi kita sendiri. Hargai para pendahulu kita yang sudah menjadikan prodi PBSI ini lebih baik,” tandasnya.
Reporter: Gst












