Matangkan Persiapan Pelaporan BKD dan LKD, STKIP PGRI Sumenep Gelar Workshop Dosen

0
1012
Suasana Workshop Dosen STKIP PGRI Sumenep

MEDIARETORIKA.com-Sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pembelajaran di semester ganjil tahun akademik 2021/2022, kampus STKIP PGRI Sumenep mengadakan Workshop Dosen yang mengusung tema “Penyusunan Pelaporan BKD (Beban Kerja Dosen) dan LKD (Laporan Kerja Dosen)”, bertempat di Auditorium Lantai III, Rabu (01/09/21).

Ahmad Yasid selaku ketua panitia acara Workshop tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan itu merupakan kegiatan rutinitas setiap memasuki awal semester. Hal tersebut dilakukan, guna menyamakan persepsi dan teknis pelaksanaan perkuliahan ketika di lapangan.

“Workshop dosen ini adalah kegiatan rutinitas setiap awal semester. Untuk menyelaraskan pemahaman dan teknis pelaksanaan perkuliahan yang akan kita lakukan,” ungkapnya kepada reporter LPM Retorika (01/09/21).

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa memang sengaja mengusung tema “Penyusunan pelaporan BKD dan LKD” pada Workshop Dosen semester ganjil ini, karena hal tersebut menjadi kewajiban bagi dosen tetap. Meskipun, batas pelaporan terakhir tanggal 3 Februari 2022. Pihaknya memilih, mempersiapkan seluruh dosen untuk menyiapkan segala bentuk sesuatunya terkait pelaporan.

“Berdasarkan regulasi peraturan perundang-undangan perguruan tinggi, batas ambang dosen untuk menyusun laporan BKD dan LKD untuk di laporkan ke pusat itu terahir tanggal 3 Februari 2022 yang akan datang. Jadi STKIP mengambil posisi untuk menyiapkan seluruh dosen untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menyusun laporan,” jelasnya.

Tidak hanya sampai di situ, pria yang juga menjabat sebagai Kepala bagian SDM (Sumber Daya Manusia) itu, menyampaikan bahwa setelah workshop digelar masih akan dilakukan pendampingan yang dibentuk dengan empat kelompok, lengkap dengan tutor masing-masing.

Kelompok pertama, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI). Kelompok kedua, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD). Kelompok ketiga, Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi ( Prodi PJKR). Dan kelompok terakhir, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Prodi PPKn), Program Studi Bimbingan Konseling (Prodi BK), dan Program Studi Matematika.

“Setelah ini masih ada pendampingan yang dibentuk 4 kelompok. Kelompok 1 PBSI yang tutornya adalah pak Mas’udi dan bu Yeti, terus kelompok dua ialah PGSD yang turornya adalah Dr. Salamet dengan pak Edi, Kelompok 3 yaitu PJKR yang tutornya itu adalah bapak Zainuddin dengan pak Tri, kelompok 4 ada BK, PPKn, dan MTK yang di jadikan satu kelompok karena memang sedikit dengan tutor pak Taufiqurrahman dan pak Fajar.” jelasnya, rinci.

“Untuk pendampingan ini, dosen tidak tetap boleh ikut boleh tidak ikut, karena dalam perguruan tinggi menyatakan bahwa kewajiban PKD dan LKD itu bagi dosen tetap,” pungkasnya.

Reporter: Riski/Bukhari

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here