HMP PBSI Lakukan Audiensi, Kaprodi Kena Seret

0
893
Suasana Aundensi HMP PBSI di Ruang Rapat Pimpinan STKIP PGRI Sumenep

MEDIARETORIKA.com-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) STKIP PGRI Sumenep, lakukan audiensi yang bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, pada Hari Jumat (10/09/2021).

Jumratul Hajjah selaku Ketua HMP PBSI mengatakan bahwa aundensi yang dilakukannya merupakan lanjutan dari hasil asosiasi ketua kelas yang dilaksanakan kemarin.

“Maksud dan tujuan kami ini yaitu untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan serta kegelisahan mahasiswa PBSI, dan itu hasil dari Asosias Ketua Kelas,” jelasnya (10/09).

Hal di atas, selaras dengan yang disampakannya kemarin kepada awak media bahwa hasil Asosiasi Ketua Kelas akan dibawa ke Prodi dengan audensi.

“Hasil Asosiasi Ketua Kelas itu nanti akan diajukan kepada Prodi berbentuk audiensi, namun untuk tanggalnya belum kami tentukan,” dikutip dari MEDIARETORIKA.com. (18/08)

Mengenai aundensi yang dilakukan oleh HMP PBSI itu, ada dua poin permasalahan yaitu Profesionalitas Dosen dan Ketua Prodi, serta Integritas Ketua Prodi yang hal itu tertera dalam press release audiensi HMP PBSI.

Dari kedua poin itu, ada empat tuntutan. Pertama: Prodi harus melakukan pembinaan terhadap dosen yang mengajar tidak sesuai mata kuliah, dosen yang hanya mengirim tanpa penjelasan, dosen yang jarang masuk, juga terutama kepada dosen yang merespon kurang baik terhadap mahasiswa. Kedua: Prodi harus mengganti dosen yang tupoksinya tidak sesuai dengan mata kuliah yang diampuh. Ketiga: Prodi harus memberhentikan dosen yang tidak masuk kelas. Keempat: Prodi harus mengevaluasi dan berbenah diri.

Mengenai tuntutan yang nomer satu, Ketua HMP PBSI yang biasa disapa Ijum mengatakan bahwa pimpinan akan melakukan binaan secara khusus kepada dosen yang bermasalah.

“Kalau dari pimpinan sendiri mengenai tuntutan kami yang pertama, prodi harus melakukan pembinaan secara khusus terhadap dosen-dosen yang bermasalah yang seperti dikeluhkan oleh kami dan itu akan dibina secara khusus,” ucapnya.

Hal yang selaras dengan di atas, Asmoni Selaku Ketua STKIP PGRI Sumenep, mengatakan akan menindak lanjuti tuntutan pengurus HMP PBSI terkait dosen-dosen yang diduga tak profesional.

“Mengenai beberapa dosen kita minta datanya sehingga kami bisa menindaklanjuti paling tidak bukan lagi dilakukan oleh Prodi tapi bagian SDM yang akan membina beberapa dosen yang dimaksud,” sampainya.

Maka dari itu, Ketua HMP PBSI mengatakan bahwa dirinya sudah merasa cukup atas usaha pimpinan STKIP PGRI Sumenep untuk memenuhi tuntutannya.

“Saya rasa sudah ada usaha dari pimpnan untuk memenuhi tuntutan kami,” terangnya.

Dilain sisi, Ijum merasa bahwa prodi tidak bisa memenuhi tuntutannya karena Ketua Prodi tidak hadir pada saat itu.

“Sedangkan karena ketua prodinya tidak bisa hadir dan hanya diwakili Staf yang tidak bisa membuat keputusan, maka saya rasa dari Prodi sendiri belum bisa memenuhi tuntutan itu, hanya dari pimpinan ada bahasa akan membina kembali ketua prodi PBSI,” jelasnya kepada awak media.

Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telpon seluler, Suhartatik selaku Ketua Prodi PBSI tidak bisa memberikan tanggapan dikarenakan mempunyai kesibukan.

Maka dari itu, ia berharap ketua Prodi PBSI bisa membenahi diri dan mengevaluasi diri.

“Semoga saja Prodi bisa membenah diri dan juga bisa mengevaluasi diri,” pungkasnya.

Reporter: Get/Ltf

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here