MEDIARETORIKA.com-Berlangsung selama satu pekan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) bagi mahasiswa baru semester 1 dan semester 7 STKIP PGRI Sumenep. Kini, mahasiswa baru keluhkan beberapa fasilitas yang tidak memadai.
Akibat membeludaknya jumlah mahasiswa baru pada tahun 2021, mengakibatkan kekurangan kursi dibeberapa ruang kelas. Hal itu disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) semester 1.
Saat diklarifikasi ia mengungkapkan, memang benar pada saat pelaksanaan perkuliahan tatap muka ketersediaan kursi di ruang 7 masih minim.
“Itu kak, pas waktu di ruang 7 kursi kurang,” ungkap mahasiswa Prodi PGSD dengan inisial Z (02/10/2021).
Bahkan dari saking minimnya ketersediaan kursi ia mengatakan, bahwa teman kelasnya yang mencari kursi pada saat itu tidak menemukannya.
“Iya, teman saya keluar cari kursi tapi tidak ada kak,” ucapnya, dengan menyebutkan nama temannya itu.
tidak hanya di gedung bagian selatan, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) mengungkapkan bahwa kursi di gedung utara banyak yang harus diganti dan sudah tidak layak untuk dipakai.
“Terus ada beberapa kursi yang sudah rusak dan layak buat diganti,” terangnya pada awak media.
Selain itu, ia mengatakan bahwa AC di beberapa ruangan gedung bagian utara dirasa harus dibenahi, karena tidak bekerja sebagaimana fungsinya, dan proyektor sering ada masalah sehingga harus melihat langsung pada perangkat pembelajaran dari dosen pengampu saat itu.
“AC nya di beberapa kelas tuh dinginnya tidak sama bahkan ada yang tidak dingin, terus proyektor sering tidak hidup. Jadi tidak enak harus lihat ke laptop guru di depan,” tambahnya.

Hal di atas, debenarkan oleh salah satu mahasiswa yang juga merupakan Prodi PBSI semester 1 dengan inisial RM, proyektor di gedung utara memang ada yang mati. Sehingga ruangan harus ditukar dengan dosen yang tidak menggunakan proyektor.
“Proyektor diruang 4 tidak bisa dihidupin,” jelasnya.
“Ada dosen yang tukaran ruangan, ada juga yang dipakai proyektornya,” ungkapnya.
Lain dari pada itu, mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) yang tidak berkenan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa perkuliahan tatap muka sempat dilaksanakan di graha kemahasiswaan, ia menyebutkan karena kelas yang seharusnya dipakai ditempati oleh mahasiswa prodi lain.
“Iya kemarin masuk di Graha Kemahasiswaan, karena kelas kami dipakai oleh mahasiswa prodi lain,” tandasnya.
Reporter: Gs/Rf












