Terus Bergulir, BEM UPI Sumenep Tempuh Audiensi Soal Biaya Microteaching

0
76
Dokumen Resmi: surat yang dilayangkan kepada pihak rektorat perihal audiensi transparansi microteaching oleh BEM UPI Sumenep. (Mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas PGRI (UPI) Sumenep resmi melayangkan surat audiensi kepada pihak rektorat, menyinyalir kebijakan kontroversial tentang kebijakan biaya Microteaching, Rabu (22/04/26).

Isi surat itu menyatakan tuntutan transparansi rincian pembayaran microteaching sebesar Rp400 ribu yang dinilai janggal dan merugikan mahasiswa angkatan 2023.

Berita Terkait: BEM UPI Sumenep Soroti Biaya Microteaching Rp400 Ribu, Dinilai Mendadak dan Tak Transparan

Presma UPI Sumenep, Moh. Nurul Hidayatullah, menyatakan bahwa langkah audiensi diambil setelah banyaknya pengaduan dari mahasiswa angkatan 2023 terkait biaya yang dinilai tidak masuk akal dan transparan.

Lebih lanjut, Hidayat menyebut jalur audiensi dipilih karena persoalan ini membutuhkan ruang dialog yang kondusif, tidak hanya berupa pernyataan sepihak.

“Dalam kawalan ini kita membutuhkan ruang diskusi yang lebih kondusif agar apa yang menjadi aspirasi, gagasan, dan pertanyaan mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik dan mendapatkan jawaban yang memuaskan,” tegasnya.

Mahasiswa yang akrab disapa Hidayat itu mengakui adanya kejanggalan yang memerlukan jawaban resmi. Penilaian itu muncul setelah melihat pelaksanaan pembekalan Microteaching yang dinilai tidak tertata.

“Dalam pembekalan itu tidak ada kepanitiaan. Para peserta juga hanya diberikan air dengan fasilitas yang cukup buruk,” ujar dia.

Dia juga memastikan, hasil audiensi akan disampaikan kepada seluruh mahasiswa, khususnya angkatan 2023. BEM juga berkomitmen mengawal persoalan ini hingga tuntas, termasuk mendorong pembebasan biaya Microteaching.

“Jika tidak ada tindak lanjut dari pimpinan, kami akan terus mengawalnya,” ujarnya.

Langkah BEM mendapat respons positif dari mahasiswa. Farikul Hasan, mahasiswa PBSI 2023, mengapresiasi gerak cepat BEM.

“Saya berharap bisa digratiskan. Dengan fasilitas yang ada, biaya Rp400 ribu tidak wajar,” tambahnya.

Senada, mahasiswi BK 2023, Lum’atul Helmiyah, menyatakan kepercayaannya terhadap langkah BEM.

“Saya percaya langkah BEM,” ujarnya.

Berita sebelumnya: Kepala UPPL Sebut Hanya Pelaksana, Polemik Biaya Microteaching Kian Memanas

Sementara itu, rektorat menjadwalkan ulang audiensi. Dari semula Jumat (24/04/2026) pukul 13.00 WIB, diundur menjadi Senin (27/04/2026) pukul 13.30 WIB di Ruang Rapat Pimpinan karena pimpinan berhalangan hadir.

Reporter: Dita
Editor: Andi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here