Dies Maulidiyah ke-18 Berlangsung Meriah, Pramuka STKIP Sajikan Tari Genjring Party dan Musik Tong-tong

0
826
Suasana Dies Maulidiyah Ke-18 UKM Pramuka STKIP PGRI Sumenep (Doc. Darwis)

MEDIARETORIKA.com-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka STKIP PGRI Sumenep merayakan Dies Maulidiyah ke-18 tahun yang bertempat di Panggung Kesenian kampus setempat, Selasa malam (30/08/2022).

Acara itu dihadiri oleh perwakilan Pramuka Perguruan Tinggi se-Madura, luar Madura dan Pramuka Penegak SMA sederajat se-Kabupaten Sumenep.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Musik Tong-tong, UKM Musik Eufoni, Tari Genjring Party, Pencak Silat dan berbagai penampilan dari anggota UKM Pramuka STKIP PGRI Sumenep.

Dalam sambutannya Moh. Febriyanto selaku Ketua Umum UKM Pramuka mengatakan kegiatan ini adalah puncak kegiatan Pramuka di Bulan Agustus, yang diawali dengan Ulang Janji dan Upacara Pramuka, Bagi-bagi Bendera, Mancal Bareng dan ditutup dengan Dies Maulidiyah.

Dirinya juga berharap Pramuka STKIP PGRI Sumenep mampu memberikan pengabdian yang terbaik untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas

“Harapannya semoga kami dari Pramuka STKIP PGRI Sumenep selalu mampu memberikan yang terbaik, selalu memberikan pengabdian yang terbaik dalam rangka menciptakan generasi emas muda yang berkualitas,” harapnya (30/08/2022).

Sementara itu, Wakil Ketua (Waka) III Bidang Kemahasiswaan dalam sambutannya menyampaikan, Pramuka identik dengan kemandirian. Menurutnya kemandirian itu sangat sulit lantaran harus diterpa dengan banyak hal yang menyakitkan.

“Anak pramuka itu biasanya tahan banting terhadap segala kesakitan dan penderitaan, tapi dari penderitaan itu ada hasil yang namanya kenikmatan, yang muncul di kemudian hari yang dirasakan ketika beranjak dewasa,” paparnya.

Dirinya percaya, Pramuka dapat terus memberikan yang terbaik dan terus maju berkembang dengan kualitas, sehingga dapat terus membanggakan STKIP PGRI Sumenep.

Dia berharap hal ini terus disongsong dan dibina sehingga Pramuka menjadi jiwa, raga, hati dan pikiran agar Pramuka dapat bertahan dalam kondisi apapun dan di manapun.

“Harapan kita ke depan untuk terus disongsong dan dibina bagaimana pramuka itu menjadi jiwa raga kita menjadi hati dan pikiran kita sehingga pramuka dapat hidup di manapun,” harapnya.

Reporter: Darwis

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here