MEDIARETORIKA.com–Demi menyelamatkan demokrasi yang buruk dalam proses pemilihan ketua STKIP PGRI Sumenep, Aliansi Serikat Mahasiswa Merdeka Lakukan aksi demonstrasi di depan kampus setempat, pada Selasa (24/01/23).
Aksi demonstrasi tersebut, disebabkan oleh adanya salah satu kandidat yang terindikasi melanggar statuta dan undang-undang yang berlaku dalam pemilihan nakhoda baru kampus yang berjuluk Taneyan Lanjhang.
Pasalnya, pemilihan ketua STKIP PGRI Sumenep menuai beberapa kejanggalan. secara detail, soal status 2 periode dari salah satu kandidat. Kemudian status calon ketua tapi masih menjabat sebagai ketua. Ketidakjelasan batas waktu pleno pemilihan ketua STKIP PGRI Sumenep oleh PPLP.
Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Sugianto. Bahwa terdapat beberapa tuntutan dalam aksi tersebut. Yakni, Mengingat 3 komitmen PPLP, BEM, Senat, dan Ketua Panitia. Yaitu, tentang segera melakukan evaluasi tata kelola, objektivitas pemilihan yang tidak berpotensi cacat hukum, dan jaminan pemilihan ketua berdasarkan tujuan perbaikan kampus.
“Jika PPLP dan Senat tidak mendengarkan aspirasi kami, maka kami atas nama mahasiswa akan melakukan tindakan penyegelan kampus dan pelaporan hukum demi menyelamatkan lembaga dari kevakuman dan citra buruk di mata masyarakat,” ujarnya.
Hasan juga mengungkapkan, rekomendasi yang dikeluarkan PGRI Jawa Timur (Jatim) sebenarnya mengembalikan segala keputusan kepada PPLP dan Senat dengan berlandaskan Statuta. Lebih tepatnya, tentang Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan PGRI tentang Pergantian Antar Waktu (PAW) STKIP PGRI Sumenep.
“Sebab dalam statuta STKIP PGRI Sumenep tidak ada pasal yang menjelaskan. Sehingga, saat dilihat dalam statuta, maka PAW yang dimaksud dianggap satu periode,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, mahasiswa meminta Senat dan PPLP Untuk melakukan peninjauan ulang dan revisi keputusan yang diambil. Sebab, terdapat beberapa kejanggalan yang terindikasi melanggar statuta dan asas-asas demokrasi.
“Kami tidak akan pernah membiarkan tindakan-tindakan yang berindikasi penyimpangan dan pelanggaran hukum berupa apapun dan dari siapapun yang dapat merusak institusi,” pungkasnya.
Sedang ketua Senat STKIP PGRI Sumenep, Mohammad Suhaidi mengatakan akan menyerap aspirasi dari mahasiswa. Pihaknya akan segera melakukan rapat senat dan membicarakan tuntutan masa aksi dengan Senat lain.
“Kami akan segera melakukan rapat Senat dan akan membicarakan tuntutan kalian. Setelah itu pasti akan kami sampaikan kepada PPLP,” tambahnya.
Meski demikian, situasi di lapangan sempat memanas. Salah satu masa aksi mengatakan, bahwa ada beberapa diskusi yang sangat alot dengan pihak Senat. Sehingga hal demikian membuat masa aksi kecewa dengan ketidak tegasan Senat.
“Senat masih banyak berkelit. Kami akan mendatangi kampus lagi, untuk menagih janji Senat. Bahkan, kami akan datangi PPLP Langsung untuk meminta ketegasan selaku pemegang keputusan tertinggi di kampus tercinta saya ini,” pungkasnya.
Reporter: Iqbal
Editor: Hsn












