Lakukan Audensi, Ketua BEM Minta Pimpinan Lakukan Evaluasi Besar-besaran

0
641
MENEGANGKAN: BEM STKIP PGRI Sumenep saat melakukan audiensi di Ruang Rapat Pimpinan, pada Senin (13/03/23). (BEM untuk mediaretorika.com)

MEDIARETORIKA.com–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep lakukan audiensi dengan pimpinan kampus. Tepatnya, bertempat di Ruang Pimpinan, pada Senin (13/03/23).

Hal itu disebabkan, beberapa Minggu terakhir sebagian besar mahasiswa hilang harapan dalam menempuh pendidikan di kampus Tanéyan Lanjhâng ini. Pasalnya, terdapat beberapa kebijakan kampus yang dinilai memberatkan mahasiswa.

Terdapat beberapa tuntutan yang dibawa pada audiensi itu. Yakni, menghapus biaya daftar ulang bagi mahasiswa penerima KIP-K, kurangi biaya daftar ulang sebesar 50% bagi mahasiswa reguler angkatan 2022.

Bukan hanya itu, kampus STKIP PGRI Sumenep harus mentransparansikan biaya akademik dan non akademik, kampus harus memberikan beasiswa secara objektif atau tepat sasaran, serta melakukan evaluasi secara kelembagaan dalam proses rekrutmen mahasiswa baru.

Ketua BEM Bukhari Muslim menyampaikan, dalam pedoman KIP-K sudah jelas, bahwa penerima KIP-K dibebaskan dari biaya pendaftaran, termasuk daftar ulang. Namun STKIP PGRI Sumenep secara terang terangan membuat kebijakan mewajibkan penerima KIP-K membayar daftar ulang. Lantas hal tersebut sangat bertentangan dengan aturan yang tertera di pedoman KIP-K.

“Kampus STKIP PGRI Sumenep tidak menerangkan sejak awal bahwa ada pembayaran daftar ulang sebesar 3.000.000 kepada mahasiswa. Terlebih hal itu sangat memberatkan mahasiswa, Karena kebanyakan dari kalangan tidak mampu,” sampainya.

Bukhari juga menegaskan bahwa pengelola kampus harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap management di STKIP. Sebab, Hingga hari ini masih terdapat banyak keluhan dari mahasiswa terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus.

“Kampus harus evaluasi besar-besaran, terutama dalam persoalan rekrutmen mahasiswa baru. Ini merupakan catatan untuk penanggung jawab rekrutmen,” tambahnya.

Sementara, Ketua STKIP PGRI Sumenep Asmoni menyampaikan, bahwa kampus yang berjuluk Tanéyan Lanjhang ini, pernah mengumpulkan wali mahasiswa untuk mempersiapkan kebijakan pada semester 5 ke atas. Dan itu tidak lain, sebagai dasar pertimbangan wali mahasiswa.

“Sebab, kita sudah tabulasi dari semester 1 sampai 4, kita sudah mengorbankan biaya sekian, jadi kami sudah membantu selama 4 semester,” ungkapnya.

Dirinya juga menerangkan bahwa kampus memang terus melakukan evaluasi, meskipun masih ada beberapa problem yang belum sepenuhnya dibatasi. “Kami memang sudah melakukan evaluasi terus menerus,” pungkasnya.

Perlu diketahui, tiga tuntutan dipenuhi meliputi tuntutan ketiga sampai kelima. Tuntutan pertama masih akan dipertimbangkan, sedangkan tuntutan kedua masih mau dipertimbangkan, dan pimpinan minta waktu selama tiga hari.

Reporter: Zubairi/Dani

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here