Wakil Bupati Sumenep Harapkan SCM UKM Karomah Terus Berlanjut

0
538
TAMPAK: Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah saat memberikan sambutan di Graha Kemahasiswaan pada Sabtu (15/07/23). (Dani/mediaretorika.com).

MEDIARETORIKA.com–Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, membuka secara resmi Spritual Camp Muslim (SCM) Madura yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kajian Rohani Mahasiswa (Karomah) STKIP PGRI Sumenep. Kegiatan ini berlangsung di Graha Kemahasiswaan, pada Sabtu (15/07/23).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi dan mendukung inisiatif UKM Karomah yang mengadakan SCM Madura sebagai wadah baru bagi organisasi kemahasiswaan (ormawa) keislaman di Madura. Sebelumnya, ormawa keislaman di Madura tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK).

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini, karena ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Wakil Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat keislaman Aswaja yang moderat di tengah maraknya paham radikalisme dan paham yang menyimpang. Menurutnya, mahasiswa harus mampu mempertahankan ajaran agama yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

“Mahasiswa biasanya mudah dipengaruhi, jadi harus diperkuat keislaman Aswajanya. Sehingga tidak mudah menyalahkan dan mencari kesalahan,” ujarnya.

Wakil Bupati juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lanjutan yang bermanfaat bagi pengembangan keislaman di kampus.

“Kegiatan ini bisa dirangkum dan dijadikan buku, atau mungkin anggota UKM Karomah menggagas kegiatan keislaman yang lain setiap bulan,” tutupnya.

Selain Wakil Bupati, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Ketua PCNU Sumenep, KH. Muh. Syamsul Arifin, M.Pd.I., Ketua STKIP PGRI Sumenep, Dr. Asmoni, M.Pd., Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Sumenep, Faruq Hidayat, serta perwakilan ormawa keislaman se-Madura.

Shahibul Bahri, Ketua Umum UKM Karomah, menyampaikan bahwa SCM Madura merupakan deklarasi wadah baru bagi ormawa keislaman di Madura. Menurutnya, FSLDK tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan keislaman di kampus.

“Ini merupakan langkah awal untuk mengantisipasi penyebaran paham radikalisme di kalangan mahasiswa. Tentunya dengan memberikan dasar-dasar pemikiran ajaran Aswaja yang moderat,” ungkap Bahri.

Reporter: Rohman, Aiman, Ummu

Editor: Iqbal

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here