MEDIARETORIKA.com–Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STKIP PGRI Sumenep, mendapatkan kritikan pedas dari kalangan mahasiswa dan dosen.
Diketahui, sebuah brosur atau pamflet yang dikeluarkan oleh PMB tersebut warnanya sering tidak mempunyai identitas dan ciri khas. Bahkan beberapa kalangan mahasiswa menilai desainnya masih amburadul.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak mediaretorika.com desain yang bagus dan elegan sesuai dengan era saat ini, akan lebih menarik perhatian pemuda dan kalangan masyarakat. Sehingga daya tarik untuk kuliah di STKIP PGRI Sumenep akan meningkat.
Menurut Salah satu mahasiswa prodi BK semester 7, Ahmad Jailani, menjelaskan bahwa PMB tidak bisa membuat desain yang bagus. Sehingga menurutnya tidak layak dikatakan maju dan berkembang dengan kualitas. Sebab, font tidak sesuai dan teratur.
Bahkan lanjut Ajay, tidak hanya itu di brosur PMB 2025 tersebut terdapat gambar yang kurang elok kesannya terhadap publik.
“Ini bukan satu atau dua kali sering dilakukan oleh PMB, namun tak kunjung ada perubahan,” jelasnya.
Tidak sampai disitu, Ajay sapaan akrabnya mengungkapkan, dirinya merasa kecewa terhadap Kepala PMB. Sebab desainnya tidak pernah ada yang bagus. Padahal menurutnya banyak mahasiswa yang memiliki bakat dibidang desain.
“Kejadian ini fatal, dan akan membuat perhatian publik menurun, kalau desainnya amburadul siapa yang mau melirik STKIP,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, kepala UPT PMB, Jihat, menjelaskan bahwa yang membuat desain brosur PMB tahun 2025 adalah anggota dari PMB sendiri.
“Kalau yang brosur PMB itu bukan saya yang buat, itu Romli anggota PMB, ” jelasnya. Senin (03/02/25).
Sementara itu, Anggota PMB Mohammad Romli, mengungkapkan pihaknya menepis pernyataan kepala PMB. Sebab kata dia Mahasiswa pasti tahu, karena setiap desainer mempunyai karakter yang berbeda. Di instagram kampus sudah ada berapa desain yang dirinya buat.
“Jika kepala PMB mengatakan Romli yang desain, mungkin dia lupa nyuruh siapa,” ungkapnya. Kamis (06/02/25).
Romli menambahkan, bahwa karakter desainnya memakai warna kuning kombinasi merah maroon, bukan orange kombinasi biru, dirinya juga bingung atas pernyataan kepala PMB.
“Saya berharap semoga bisa lebih baik mengelola PMB, karena menurut saya PMB harus jadi garda terdepan untuk memajukan institusi.” pungkasnya.
Reporter: Zen
Editor: Ummu












