
MEDIARETORIKA.com–Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 07 Universitas PGRI (UPI) Sumenep lakukan survei dan digitalisasi marketing yang menyasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sinom Neng Sri di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, pada Minggu (10/08/25).
Diketahui, Sinom Neng Sri adalah minuman tradisional yang dipercaya kaya khasiat bagi tubuh. Terbuat dari kunyit, asam Jawa, temulawak, daun asam, dan gula tebu, minuman ini dikemas secara higienis sehingga kualitasnya dapat terjaga.
Pemilik UMKM Sinom Neng Sri, Faishal, mengungkapkan bahwa pada 2021, pasca pandemi Covid-19, produknya mulai dikenal di berbagai kabupaten, mulai dari Sumenep, Sampang, hingga Bangkalan.
Ikuti dan aktifkan notifikasi Official Saluran WhatsApp Mediaretorika.com
“Dari yang awalnya hanya beredar di Desa Ponteh, Pamekasan, sekarang telah menjangkau pasar di Kabupaten Sumenep, Sampang, dan Bangkalan,” jelas Faishal.
Tak hanya itu, Sinom Neng Sri kini telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juga telah mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH). Hal ini memperkuat kualitas dan keamanan bagi konsumen.
“Produk ini telah mengantongi izin dari BPOM. Juga punya sertifikat halal, menegaskan kualitas serta keamanannya bagi konsumen,” ungkapnya.
Koordinator Desa KKN Posko 07 UPI Sumenep, Moh Ali Banun Kalim menegaskan pentingnya keberlanjutan bisnis lokal itu. Menurutnya, selain menjadi aset desa, Sinom Neng Sri dapat juga memberi manfaat berupa kesehatan untuk masyarakat.
“Melalui strategi pemasaran modern, diharapkan Sinom Neng Sri semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar lagi,” harapnya.
Reporter: Indra
Editor: Miftah











