
MEDIARETORIKA.com–Mahasiwa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kelas 1A dan 1B angkatan 25 menghadiri acara Kita Indonesia yang bertempat di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (25/11/25).
Acara yang dikoordinir oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Sumenep ini sukses diselenggarakan dengan tema “Wajah Indonesia di Tanah Madura”. Kegiatan ini berhasil mendatangkan langsung beberapa tokoh tersohor di Kabupaten Sumenep.
Di antaranya, Rektor UPI Sumenep Asmoni; Kepala Disbudporapar Moh. Iksan, Seniman Sumenep Agus Gepeng; Kepala BPBD Sumenep Achmad Laily Maulidi; Ketua IDI Rifmi Utami; Kabag Umum Bambang Suyitno; Kadis Kominfo, hingga Kepala SMAN 2 Sumenep. Turut hadir pula Budayawan Madura, Ibnu Hajar, sebagai narasumber talkshow.
Diketahui, kehadiran mahasiswa PBSI dalam acara ini merupakan kewajiban sebagai bagian dari mata kuliah Sejarah Sastra.
Dosen Pengampu mata kuliah tersebut, Syauqi Robbil Afief, mengatakan kegiatan ini akan membantu mahasiswa yang diampu agar menyerap pengetahuan dari forum formal maupun informal yang berkaitan dengan mata kuliah.
“Lebih-lebih berkenaan dengan kultur sosial dan adat istiadat yang merupakan bagian dari kesusastraan Indonesia dalam sudut pandang geografis dan budaya Madura,” ujarnya.
Robbi sapaan akrabnya, turut menyampaikan, forum yang diselenggarakan relevan dengan mata kuliahnya, dirinya menyinggung beberapa materi yang turut dibedah dalam diskusi kegiatan tersebut.
“Dengan mengikuti kegiatan ini mahasiswa diajak berdiskusi langsung dengan pemateri. Hal ini akan membuat mereka lebih mengenal Indonesia dalam perspektif Madura yang berkaitan dengan kesusastraan,” katanya.
Salah satu mahasiswa angkatan 25 PBSI kelas 1B, Risqiyah mengatakan dirinya termotivasi dari pemilihan tema dan materi yang disajikan dalam kegiatan itu. Bahkan, dia berniat untuk mengembangkan kamus bahasa tempat tinggalnya.
“Dari kegiatan ini saya terinspirasi dan berinisiatif membuat sebuah buku, seperti kamus dari Bahasa Bajo ke Bahasa Madura,” pungkasnya.
Reporter: Nadif
Editor: Dita











