
MEDIARETORIKA.com–Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI (UPI) Sumenep diharuskan membayar biaya study tour ke Pare meski memilih untuk tidak ikut kegiatan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh salah satu mahasiswa yang enggan disebut namanya. Menurut pengakuannya, dirinya diharuskan membayar biaya study tour senilai Rp 500 ribu meski telah memutuskan untuk tidak ikut.
“Ikut atau tidak ikut diharuskan tetap bayar,” ungkap dia.
Padahal, lanjutnya, alasan dia memutuskan untuk tidak ikut karena terhalang dari segi biaya. Karena tidak ada pilihan lain, dirinya memutuskan untuk tetap mengikuti kegiatan itu.
“Sebanarnya alasan saya memilih tidak ikut karena tidak punya uang. Tetapi, mengingat regulasinya seperti itu, terpaksa saya ikut,” ucapnya.
Berita Terkait: Biaya Rp95,5 Juta, Dosen Pendamping: Kegiatan Study Tour ke Pare Bersifat Sukarela
Dia menjelaskan bahwa dirinya tetap diwajibkan membayar karena sebelumnya sudah pernah terdaftar sebagai peserta study tour ke Pare.
“Saat ditanya kenapa harus tetap bayar, alasannya karena sudah pernah mengisi list peserta study tour,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris, Hodairiyah, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Dia menjelaskan bahwa kebijakan itu telah diinformasikan kepada peserta.
Hodairiyah menambahkan, kebijakan itu diberlakukan karena nama peserta yang sudah mendaftar telah diserahkan kepada pihak penyelenggara dan penyedia transportasi, sehingga peserta tidak dapat membatalkan keikutsertaannya.
“Kalau sudah mendaftar, namanya sudah terdaftar, mau tidak mau harus bayar,” tegasnya.
Senada dengan itu, Fajar Budiyono, dosen pembimbing lapangan, mengatakan, jika kebijakan itu tidak diterapkan, beban biaya peserta yang batal ikut akan ditanggung peserta lain.
“Dan itu pasti akan merugikan peserta yang lain,” pungkasnya.
Reporter: Nazar
Editor: Dita











