Dermaga Tanpa Kepulangan
Oleh: Izul
Dikala kehidupan tak lagi berarti
Tapi masih kujalani sendiri
Tanpa keluarga, semua kulakukan sendiri
Dikala kehidupan tak lagi punya tujuan
Aku bertanya tanya “untuk siapa aku hidup di dunia ini?”
Disaat malam menyelimuti bumi
Dan kebisingan diganti dengan kesunyian
Seakan-akan dunia pun meratapi hidupku ini
Disaat itu pula kuungkapkan isi hatiku kepada tuhanku
Tuhan…… Aku juga ingin kebahagian
Aku juga ingin keluarga seperti teman-temanku yang lainnya.
Yang di saat pulang sekulah, disambut oleh ibunya
Disaat pulang sekolah di jemput oleh ayahnya
Dan disaat wisuda pun kedua orang tuanya ada di samping menemani dirinya
Aku juga ingin seperti itu!!
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri
Untuk apa aku hidup di dunia ini
Jikalau keluargaku meninggalkan aku sendiri
Ia pergi untuk selamanya, dan tidak akan kembali lagi.
Aku bercita-cita ingin sukses
Ingin jaya…
Tapi untuk apa?………
Ketika keluarga yang ingin aku ada di saat aku jaya sudah tidak ada lagi dunia ini
Aku ingin ia bahagia, melihat aku yang sudah berhasil.
Tapi itu semua……. Hanya keinginan semata yang tak akan pernah tercapai
Sehingga kumenyadari, bahwa nikmat tuhan terbaik ialah bersama keluarga
Sukma Terpejam
Karya: Farikul Hasan
Keasingan tersembul di antara ngarai tak bertulang
Mentari yang samar ikut menuangkan gelombang lahar
Tangkai pun mengelupas bersimbah jeritan belukar
Hingga jantung melepuk merangkak membawa nyanyian lapar
Batu-batu berzikir di antara panasnya dahaga
Merangkul syahadatku yang kini tinggal kiasan belaka
Kedamaian yang dulu tercipta kini menjinjit pilu dalam kerangka
Hingga bangkaiku berdegup pelan di antara hamparan rimba
Sepotong tuas yang patah terjatuh di atas topeng-topeng tembaga
Sementara akar mendesah mengiringi lantunan sukma terpejam
Tuhan peluklah aku dalam dekapan adzan yang berkumandang
Tuntun lah aku lewat shalawat yang senantiasa menghiasi rahim kehidupan
Bawalah aku menyusuri doa yang senantiasa dilantunkan
Agar sukmaku terbebas dari keserakahan dan kelalaian tombak-tombak sembahyang
Sumenep, 25 November 2025
Ikuti Saluran Whatsapp Mediaretorika.com untuk Berita Populer Lainnya
May I Be Happy
Oleh: Norfamilia Zenda
Will those days truly come to me,
Where the sun is always bright, worry-free?
A life where simple joy is real and near,
Not just a distant dream I hold so dear.
Every day, there’s a weight that starts to cling,
A little obstacle that life decides to bring.
I see the people on the shining algorithm stream,
Living out the perfect, effortless, happy dream.
Do I just keep surviving, holding on this way,
Until I stumble onto that brighter day?
May I be happy?












