Tertanam Tundukkan Tanah
Karya : Sinta S
Warna gelap dan terang yang bertemu dikala senja
Hamparan ombak yang menerpa ujung kaki
Desiran angin yang menerpa jiwa yang mati
Tatapan kosong yang beradu pandang dengan asa
Setiap hirupan nafas menyesakkan dada
Mengingat akan adanya luka yang dalam
Mengingat akan kenangan saat bersamanya
Harus terkubur oleh kenyataan yang ada
Mengingat setiap syair yang keluar dari lisannya
Seakan-akan memberi kesan yang mendalam
Namun harus terkubur bersama mubram
Menelan kenyataan yang sangat pahit
Senyuman yang tak lagi terlihat mata
Sosok yang setiap hari terlintas di depan mata
Wangi parfum yang menenangkan kalbu
Seakan memberi tau bahwa sosok itu ada
Kini sosok itu jauh dari pandangan mata
Hanya lewat bait – bait doa kusampaikan rindu
Dan hanya lewat bawa sadar ku bertemu
Sosok yang kurindukan tertanam di gundukan tanah
Sumenep, 26 Februari 2025
Ikuti saluran Whatsapp Mediaretorika.com
Si Mata Biru
Karya: Sinta S
Selir angin dan hamparan dedaunan
Rintikan hujan yang mulai turun
Awan hitam pekat menutup langit biru
Bisingan air di atap tempat berteduh
Si mata biru di samping tempat itu
Biarkan angin mengibas rambutnya
Menerpa wajah yang sangat indah
Menerjang seluruh raga dan rasanya
Wangi parfumnya yang menenangkan
Memberi kenyamanan saat di dekatnya
Sekian lama memandang wajahnya
Saat itu jua si mata biru memberikan kesan pertamanya
Tatapan yang teduh memberi kesan baru
Senyuman yang manis sangat manis
Lesung pipi yang memberikan percikan-percikan ketampanan
Terasa hangat saat si mata biru itu menatap bola mata hitam ini
Saat ia mulai melantunkan melodi asmara
Saat itu pula aku mulai terjatuh dalam hiasan asmaraloka
Setiap syair yang keluar dari lisannya
Membuat kalbu ini enggan untuk ditinggal
Gili genting, 25 Januari 2024
Secangkir Susu
Karya: Sinta S
Secangkir air susu mengingat akan lentera hidup
Bayang bayang semu terngiang di pelupuk mata
Setiap syair yang terucap meninggalkan rasa rindu
Rindu akan buayan yang terlontar dari sang lentera
Deringan ponsel yang tak lagi tertera namanya
Suara yang mengingatkan akan rasa nyaman
Bait bait yang terlontar seakan memberi pesan
Kini hanya tinggal sebingkai gambar yang Mati
Sudah puluhan hari sosok itu tidak terlihat mata
Seakan-akan lenyap di bawa aliran air yang deras
Aroma parfum melekat pada ruangan yang gelap
Seakan memberi tahu bawa sosok itu ada di dalam
Nyatanya hanya ribuan pakaian yang tersusun rapi
Tertata di tempat yang amat gelap dan sunyi
Air mata tiba-tiba menetes mengingat sosok itu
Sosok yang lama tertidur di bawa tundukkan tanah
Sumenep, 27 Februari 2025












