Oleh: Sri Ummi Nabila Qur’ani Fajri
Luka yang begitu dalam
Kau siram dengan kepedihan
Kau tekan ke dalam samudra
Perih bahkan sakit
Lagi-lagi kenangan kembali meraba
Merangsang setiap lekukan keindahan
Dan berakhir di titik kepedihan paling klimaks
Di balik sang takdir yang menampar
Terselip sejengkal keegoisan
Untuk sebuah akhir bahagia
Ahh…
Sayang sekali…
Harapan
Bahkan keegoisan itu…
Berakhir tak dapat ku dekati
Sulit terkejar
Bahkan terjatuh berulang kali
Tanpa menyentuh ujung permukaan pijakan harapan
*Penulis adalah mahasiswa aktif Prodi PGSD STKIP PGRI Sumenep semester V, beralamat di Lenteng Barat Bindung II












